Terkait Polemik PDI Perjuangan di Kota Pasuruan, Pranoto Angkat Bicara dan Akan Ambil Sikap.

  • Whatsapp

Pranoto bersama jajaran sejumlah mantan internal PDI Perjuangan, membahas langkah dan arah sikapnya kedepan.

PASURUAN | portal-indonesia.com – Setelah mengamati perkembangan termasuk terkait polemik yang terjadi di internal tubuh PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Jawa Timur, dalam hal ini Pranoto selaku Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai, angkat bicara dan akan mengambil sikap.

Bacaan Lainnya

Pada dasarnya Pranoto menjelaskan, bahwa dirinya tetap memegang teguh pada idiologi PDI Perjuangan. Untuk susah dan senang bersama rakyat, dalam hal ini masyarakat Kota Pasuruan. Apalagi dirinya (Pranoto) diajarkan dan dibesarkan tentang bagaimana cara berpartai dan berpolitik yang baik dengan pola pemikiran-pemikiran yang jernih.

“Saya diajari, dibesarkan dan tetap memegang teguh pada idiologi PDI Perjuangan. Yang namanya idiologi tidak akan bisa hilang, meskipun orangnya mati. Atas pijakan itulah Saya bertolak dan berfikir jernih, artinya bagaimana kita susah senang bersama rakyat”. Kata Pranoto, saat ditemui disebuah warung kopi dekat lokasi rumahnya pada Minggu (8/11) sore hari.

Dalam menyikapi situasi dan kondisi di momen Pilkada Kota Pasuruan tahun 2020 ini, Pranoto menilai bahwa sistem kepemimpinan ditubuh PDI Perjuangan Kota Pasuruan dianggap lebih mengedepankan emosional dan cenderung dianggap kurang memperhatikan keberadaan pengurus.

Hal itu berdasarkan adanya keluhan dan pengakuan dari sejumlah orang dalam atau internal di DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, dengan menceritakan langsung kerumah kediaman Pranoto.

“Untuk menyikapi Pilkada saat ini, apa yang dibutuhkan Kota Pasuruan untuk perbaikan kedepan. Dan banyak teman-teman (internal PDI Perjuangan Kota Pasuruan) datang kerumah, bercerita tentang kondisi dan sikap yang diterimanya”. Ungkapnya.

Dan ketika disinggung mengenai adanya rencana pemecatan terhadap sejumlah orang atau tokoh senior di internal PDI Perjuangan Kota Pasuruan seperti Pudjo Basuki dan Luluk Mauludiyah, Pranoto sendiri sangat menyayangkan dan menilai bahwa hal tersebut dianggapnya terlalu gegabah.

Karena menurut Pranoto, hidup didalam berpartai dan berpolitik yang baik tentu harus menggunakan pemikran yang jernih dan harus mengakui adanya sejarah perjuangan yang dibangun oleh para pendahulu.

“Itu kalau sampai Mas Pudjo dipecat, saya rasa terlalu gegabah. Kita diajari didalam berpartai dan berpolitik, ini adalah historikalnya harus kita pakai dong. Tidak serta merta masalah yang belum ada sebuah kejelasan, artinya memahami idiologi kemudian memecat dan ini menurut Saya salah kaprah”. Paparnya Pranoto, seraya berharap DPP mengambil keputusan yang bijak.

Adanya sebuah klarifikasi yang dilakukan oleh Pudjo Basuki kepada pihak DPP dan lainnya melalui sidang virtual pada beberapa hari lalu, setidaknya menurut Pranoto bisa membuka tabir terang terkait polemik yang terjadi ditubuh PDI Perjuangan Kota Pasuruan selama ini.

“Tapi untungnya Saya pun melihat adanya klarifikasi, dan disini saya yakin bahwa DPP sangat bijak dengan tidak serta merta menelan informasi begitu saja tanpa ada dasar yang kuat. Makanya mudah-mudahan DPP mengetahui apa yang sebetulnya terjadi di daerah, alasan karena apa? dan bagaimana? itu harus tahu”. Tambahnya.

Perlu diketahui bersama, bahwa Pranoto sendiri secara struktur di PDI Perjuangan Kota Pasuruan sudah menjabat sebagai Ketua DPC selama 5 tahun, Sekretaris, Ketua Bidang Kaderisasi yang hingga saat ini sebagai Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai.

Sebagai orang lama berjuang di internal PDI Perjuangan Kota Pasuruan, tentu Pranoto lebih mengetahui persis sosok yang lebih layak dan pantas untuk memimpin PDI Perjuangan Kota Pasuruan kearah yang lebih baik.

“Saya dulu berangkat itu tidak ujuk-ujuk (serta merta), mulai dari Ketua Ranting, PAC hingga Ketua DPC. Artinya disini Saya memahami betul kondisi dan karakter teman-teman PDI Perjuangan yang ada di Kota Pasuruan. Saya itu menjadi anggota dewan sudah lima belas (15) tahun, jadi yang tahu persis siapa yang sebenarnya layak untuk memimpin Kota Pasuruan”. Jelasnya.

Maka dari itu perlu adanya pembenahan struktur di internal PDI Perjuangan Kota Pasuruan secara menyeluruh, baik mulai dari tingkat ranting maupun posisi Ketua DPC Kota Pasuruan saat ini.

“Kalau mau membenahi harus berantai, ya harus dimulai dari anak ranting. Dalam posisi seperti ini tentu harus ada pemikiran yang jernih, dan ini juga bukan antara suka dan tidak suka. Untuk itu saya akan ambil sikap, dan tunggu tanggal mainnya”. Tegasnya Pranoto.

Berkaitan dengan permasalahan yang terjadi ditubuh PDI Perjuangan, pihak Pranoto juga menyampaikan pesan bahwa semua partai politik adalah baik. Tergantung motor penggerak didalamnya, apakah bisa membawa partai tersebut kearah yang lebik atau justru malah sebaliknya.

Karena idiologi daripada Partai PDI Perjuangan telah mengajarkan, bahwa yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Untuk itu, Pranoto bersama jajaran yang ada siap membesarkan PDI Perjuangan kearah yang lebih baik. (Ek/Ghana)

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan