Pendapatan Wisata Goa Lawa Naik Drastis, Gebrakan Baru Banyak Tantangan

  • Whatsapp
Wisata Goa Lawa di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. (Foto : Dariyanto / Portal Indonesia).

PURBALINGGA I Portal-Indonesia.com – Gebrakan baru dilakukan Bambang Adi, S.Sos selaku Pimpinan Wisata Goa Lawa Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah. Menurutnya langkah tersebut ia lakukan guna menata destinasi wisata alami Goa Lawa.

Namun demikian, dalam melakukan perubahan Wisata Goa Lawa banyak tangan dan kendala yang dihadapi. Hanya Tekat bulat dan mau perubahanlah yang membuat Bambang mampu merubah semua hal menjadi lebih baik.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Bambang Adi di sela sela kesibukanya, Minggu (8/11) di area Gua Lawa yang berhawa dingin dan sejuk. Tantangan dan hambatan yang sudah dilalui membuahkan hasil, yakni pendapatan wisata Goa Lawa naik drastis.

“Sejak saya menjabat April 2018 lalu ada kenailkan pendapatan dari sekitar Rp 600 juta/tahun menjadi 1,7 M,” Katanya sambil menceritakan perihnya mengelola Wisata Goa Lawa pada awal dimulai.

Perubahan yang Ia lakukan adalah perubahan sistem baik Sumber Daya Manusia maupun Etos kerja serta marketing destinasi Goa Lawa. “Pada awalnya banyak kendala baik di karyawan maupun tata kelola serta tata kerja,” bebernya.

Selain itu banyak pejabat yang protes karena banyaknya laporan ke pimpinan. Sehingga Bambang sempat diundang Bupati untuk menjelaskan duduk permasalahanya. “Saya tetap ingin perubahan yang lebih maju dengan kerja yang baik, berikan kesempatan saya untuk membenahi, jika tidak berhasil meningkatkan pendapatan maka saya mundur,” katanya.

Surat kontrak kerja pun ia lakukan untuk meyakinkan bahwa dirinya mampu melakukan perubahan itu. Pembangunan Goa Lawa bertambah, bahkan menyulap agar Goa Lawa bertambah maju dilakukan tanpa meninggalkan kesan alami Goa Lawa.

Gebrakan ini membuahkan hasil, karena tahun 2018 pendapatan Rp 1,7 lalu 2019 naik pendapatan mencapai Rp 4.5 M. Namun karena Pandemi Corona untuk tahun 2020 Ia manargetkan hanya sekitar Rp 3 M.

“Sekitar Rp 3 miliar bisa naik bisa turun dari angka itu,” katanya.

Karyawan Wisata Goa Lawa sebanyak 26 orang juga mendapatkan penghasilan sesuai UMK yakni Rp 2,9 juta/bulan. Sedangkan penataan parkir milik aset Goa Lawa bagi hasil dengan pihak pemerintah Desa Siwarak. Kemudian sejak Ia menjabat menjadi Pimpinan Goa Lawa membebaskan dari restribusi para pedagang kecil.

“Kami bebaskan restribusi atau penarikan lainya biar para pedagang ini bisa berkembang dulu,” Jelasnya.

Salah seorang staf Goa Lawa, Lisa membenarkan adanya perubahan sistem yang dilakukan oleh pimpinan baru. “Lebih tertib, baik pengelolaan parkir dan pengelolaan para pedagang. Serta lebih bersih lingkungan,” katanya. (DAR)

Editor: tris

Tinggalkan Balasan