Pemilik Akun FB Husein Balavi Resmi Diadukan Empat Kuasa Hukum ke Polisi

  • Whatsapp

Kuasa Hukum Akhmad Soleh SH.MH dan Partners, saat menunjukkan surat pengaduan di depan Mako Polres Pasuruan Kota.


PASURUAN | portal-indonesia.com – Sejumlah warga bersama para kuasa hukum Akhmad Soleh SH.MH & Partners, resmi adukan pemilik akun Facebook (FB) bernama Husein Balavi (Berandal Lukojoyo) ke pihak Polisi, Senin (9/11) siang.

Bacaan Lainnya

Akun FB Husein Balavi diadukan ke pihak Polres Pasuruan Kota, Polda Jatim, lantaran celotehan disebuah media sosial tersebut dianggap telah menyinggung bahkan melecehkan atau menyakiti hati para ulama.

Untuk itu melalui surat pengaduan dugaan tindak pidana pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sebanyak lima (5) pengadu dan empat (4) kuasa hukum langsung mendatangi ke Mako Polres Pasuruan Kota.

“Terkait pemilik akun facebook Husein Balavi, dimana dalam unggahan pernyataannya menyakiti hati dari para Kiai, Gus dan Ustad termasuk jamaahnya. Ini terlepas dari masalah Pilkada atau tidak”. Kata salah satu kuasa hukum Akhmad Soleh SH.MH, usai menyerahkan betkas dan barang bukti ke Polisi.

Diketahui dari kelima pengadu itu merupakan warga Kota dan Kabupaten Pasuruan, diantaranya berinisial SD (41) tahun, KF (44), MN (46), NW (58) dan berinisial MRH (26) tahun.

Sementara dari para kuasa hukum yang ikut mendampingi dalam pengaduan tersebut, diantaranya Akmad Soleh SH.MH, Muhammad Ali Bukhaiti SH.MHI, Drs Jufri Muhammad Adi SH.MH dan Wahyu Adri Prabowo SH.

“Yang dimaksud itu, ada bahasa yang luar biasa ini sangat menghina seorang Kiai, Ustad dan Gus. Disini ada semacam bahasa jawa ”Asline seng paling Nyonyo gaonok mane sakliyane Gos/ustad/kyai mergane paling ake anak.e golongane Gos karu ustad lek Penggawiane kentu tok awan bengi. mari kentu nyekel tasbe Yo gak ketoro lek”. Tambahnya.

Yang mana apabila komentar tersebut diartikan atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yaitu ‘Pekerjaannya Gus, ustad atau kyai hanya berhubungan seks siang dan malam setelah itu megang tasbih’.

Diduga pernyataan itu muncul bermula ketika akun FB milik Husein Balavi menanggapi adanya komentar dari akun FB milik M Ismail yang berbunyi ‘Seng percoyo neng golongane Gos iku paleng sering mangan peloran, kok dak mangan pacol po’o mesisan’.

Percakapan itu diketahui terjadi sekira pada Minggu 8 November 2020 kemarin. Dan atas komentar tersebut, para pengadu sebagai bagian dari ulama merasa dicemarkan nama baiknya.

Mengingat apa yang di upload dalam akun tersebut sama sekali dianggap para pengadu tidak benar, dan justru hal itu menimbulkan kemarahan dan kekecawaan disejumlah kalangan ulama termasuk para jamaah ataupun santri.

“Pasuruan itu kondusif, kalau dengan akun ini justru bisa menciptakan suasaba yang tidak kobdusif. Hari ini kita lapor, supaya Polisi bisa menindak tegas. Dan ini akan tetap ke ranah hukum, agar tidak terjadi sesuatu ditengah masyarakat”. Pungkasnya.

Atas tindakan tersebut, pihak pengadu melalui kuasa hukumnya menilai atau menduga hal itu sebagai tindak pidana sebagaiman diatur dalam ketentuan pasal 28 ayat (2) undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 310 dan pasal 311 KUHP. (Ek/Ghana)

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan