Marjiyah Pimpin IBI Kabupaten Purworejo

  • Whatsapp
Pergantian Ketua IBI Kabupaten Purworejo dari Ernaningsih kepada Marjiyah. (Foto : M. Fauzi / Portal Indonesia).

PURWOREJO | Portal – Indonesia.com – Setelah memimpin Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah selama 5 tahun, Ernaninigsih, S.SiT, MKes menyerahkan IBI kepada Marjiyah, SKM, MM untuk menjabat sebagai ketua IBI Kabupaten Purworejo pada lima tahun kedepan dalam periode 2018 – 2023.

Marjiyah terpilih melalui proses pemilihan secara langsung layaknya Pemilu.

Bacaan Lainnya

Pemilihan Ketua IBI digelar dalam Musyawarah Cabang (Muscab) IBI Kabupaten Purworejo di gedung Graha Siola Pangenrejo pada Sabtu (7/11) lalu. Hadir pula Pjs Bupati yang diwakili Kabag Kesra Faturahman MM, Ketua IBI Jawa Tengah Sumarsih, SSi MHKes, Sekretaris Dinkes Ekaningtyas Darmiastuti,SKep, Ns, MM, dan sejumlah ketua organisasi profesi

Dalam Muscab tersebut, melibatkan 63 bidan sebagai pemilih yang merupakan perwakilan dari 620 bidan anggota IBI se Kabupaten Purworejo. Sedangkan kandidat Ketua terdiri 5 calon dengan perolehan suara terbanyak Marjiyah meraih 20 suara dari total 63 suara. Kandidat yang lain masing-masing meraih 14 suara, 12 suara, 10 suara, dan 7 suara. Dari hasil tersebut Marjiyah langsung dilantik sebagai Ketua IBI oleh Ketua IBI Provinsi Jawa Tengah.

Sambutan Pjs Bupati yang dibacakan Faturahman mengatakan, IBI perlu melakukan konsolidasi ke dalam dan keluar negeri serta advokasi ke semua stakeholder. Hal itu dilakukan untuk penguatan profesi dan meningkatkan peran bidan di masyarakat.

Diharapkan, agar posyandu, poskesdes dan sarana kesehatan lainnya di desa lebih dioptimalkan pelayanannya untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goal’s (SDGs). Tujuannya yakni menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh masyarakat di segala umur.

Dikatakan, Kabupaten Purworejo saat ini masih mempunyai pekerjaan berat untuk mengatasi permasalahan di bidang kesehatan. Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI), Penyakit malaria, Penderita HIV/AIDS dan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Saya mengajak semua sektor harus membantu demi tercapainya target pembangunan kesehatan. Bidan harus senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat agar dapat selalu tanggap dan peka sosial terhadap berbagai masalah kesehatan yang ada di masyarakat,” harapnya.

Sementara itu Ernaningsih menjelaskan, pelaksanaan Muscab sedianya akan dilaksanakan Maret namun karena pandemi covid-19 sehingga tertunda dilaksankan saat ini. Tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Saya mengucapkan selamat kepada ketua IBI yang baru beserta pengurus untuk dapat melanjutkan jalannya roda organisasi IBI sesuai dengan ketentuan organisasi. Juga agar menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang bermanfaat bagi kemajuan IBI Kabupaten Purworejo. Saya juga berterimaksih kepada pengurus lama yang telah mengabdi untuk kemajuan IBI,” harapnya.

Sedangkan Marjiyah saat ditemui mengucapkan terimakasih kepada para anggota yang telah mempercayakan untuk mengemban tugas sebagai ketua pada 5 tahun kedepan. Tentunya harapanya agar semua anggota bisa berkoordinasi dengan baik terutama dalam hal pemberian pelayanan yang baik kepada ibu, bayi, dan anak yang merupakan tugas utama bidan.

Seperti dalam strategi menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), bidan harus meningkatkan kompetensi bidan agar bisa memberikan pelayanan secara paripurna. Bidan juga harus terlebih dulu memahami kondisi Ibu hamil yang memiliki potensi rawan saat melahirkan.

“Maka jangan terlambat dalam memutuskan, segeralah bidan bertindak bila ada ibu hamil yang mengalami komplikasi, untuk merujuk ke RS yang peralatan medisnya lengkap,” pungkasya.(Fauzi)

Editor: tris

Tinggalkan Balasan