Kesal Kena Tilang Sebarkan Ujaran Kebencian, Sopir Truk Ini Tersangkut UU ITE

  • Whatsapp

Pelaku saat diamankan petugas di Mapolresta Sidoarjo, Senin (9/11/2020)


SIDOARJO | portal-indonesia.com – Satreskrim Polresta Sidoarjo mengamankan pemilik akun Facebook Joko Umbaran Unyil. Ia dianggap telah menyebarkan ujaran kebencian.

Bacaan Lainnya

Ujaran kebencian tersebut merupakan bentuk kekesalan tersangka yang tidak terima karena dilakukan tindakan tegas berupa penilangan karena melanggar tata cara muatan.

Berawal saat Sat PJR ditlantas Polda Jawa Timur melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas di Tol terhadap sopir muatan ayam.

Sedangkan Joko Ristiawan beserta temannya berusaha menyuap pelapor dan saksi dengan menyelipkan uang di buku KIR, namun yang bersangkutan tidak mau menerimanya dan tetap dilakukan tindakan penilangan.

Mengetahui hal tersebut, tersangka waktu itu mengambil foto dan video pelapor serta saksi, kemudian mengupload di Media Sosial Facebook milik tersangka dengan akun Facebook “Joko Umbaran Unyil” dengan narasi “pengemis berseragam…km759…ASU gak mau tanda tangan surat ” dilempar ke tanah bilang dengan cari2 kesalahan dengan alasan bak ketinggian pulak DLLAJ saja tidak mempermasalahkan ttg bak lo mmg di permasalahkan knp kok bisa KIR & BISA JALAN… KLO GAK TAU MASALAH GK NGERTI GK SAH KOMEN”.

Setelah tersangka memposting tersebut, pelapor mendapatkan info di grub WhatsApp PJR Jatim II. Dengan kejadian tersebut diduga saudara Joko Ristiawan telah melakukan dugaan tindak pidana dan menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian.

Konferensi pers ungkap kasus ujaran kebencian di Mapolresta Sidoarjo, Senin (9/11/2020)

“Pelaku atas nama Joko Ristiawan (32) dengan Akun Facebook Joko Umbaran Unyil diamankan di wilayah Gresik saat mengantar ayam dari Jawa Tengah ke Jawa Timur”, ungkap Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Sumardji, saat press release Senin, (9/11/2020) di Mapolresta Sidoarjo.

Setelah mendapatkan informasi dan menemukan posting-an itu, Tim Patroli Siber Polresta Sidoarjo langsung melakukan pelacakan melalui profil yang ada di dalam akun Facebook tersebut dan akhirnya pelaku dapat diidentifikasi.

Dalam penangkapan pelaku, Barang Bukti (BB) dari saksi Imam Machmudi disita, diantaranya 1 (satu) buah flashdisk yang berupa 3 (tiga) file Screenshot postingan akun Facebook atas nama Joko Umbaran Unyil, 3 (tiga) lembar print out postingan, dan 1 (satu) Bendel tilangan dengan Barang Bukti SIM milik Joko Ristiawan.

Sedangkan barang bukti yang disita dari tersangka Joko Ristiawan Bin Subari diantaranya berupa 1 (satu) buah CD berisi file Ekstract akun Facebook atas nama Joko Umbaran Unyil dan 1 (satu) buah handphone merk Oppo A3S warna ungu.

Akibat dari perbuatanya, pelaku dikenakan pasal 45 A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara, dengan denda 1 Milyar. Pasal yang disangkakan terhadap tersangka Joko Ristiawan Bin Subari tersebut diatas telah diduga keras melakukan tindak pidana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian.

Kombes Pol Sumardji menghimbau kepada seluruh masyarakat ketika anggota melakukan kegiatan penindakan pelanggar lalu lintas di jalan agar jangan mencoba-coba untuk melakukan atau memberikan sesuatu apapun untuk mempengaruhi anggota. sehingga bila di tilang harus diterima dengan baik dan melakukan pembayaran denda tilang di pengadilan.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan