Diduga Tak Bertuan, Proyek Pembangunan Gedung di Simpang Elak Ini Disorot

  • Whatsapp

Proyek pembangunan gedung di Simpang Elak, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. (Photo: Edi Sukmawan/portal-indonesia.com)


LHOKSEUMAWE | portal-indonesia.com – Di Simpang Elak, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, sedang berlangsung pembangunan gedung. Minggu (8/11/2020)

Bacaan Lainnya

Informasi dihimpun di lokasi menyebutkan bahwa, gedung yang tengah dibangun itu adalah gedung Diklat dan sebelumnya sempat mangkrak.

Ironisnya dalam pelaksanan proyek pembangunan gedung ini, di lokasi proyek tidak terlihat papan nama proyek. Sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui nama proyek, nomer kontrak proyek, nilai anggaran, sumber anggaran, volume pekerjaan, masa pelaksanaan, dan pelaksananya.

Padahal dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 54 tahun 2010 dan Perpres No 70 tahu 2012, sudah tertuang jelas terkait kewajiban memasang papan nama proyek.

Tak kalah pentingnya lagi, papan nama merupakan komponen pelengkap ketentuan pelaksanaan kegiatan proyek dan sebagai bentuk transparansi atas semua kegiatan yang dibiayai uang negara yang di kutip dari pajak rakyat.

Sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomer 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP), rakyat berhak mengetahui dan mengawasi setiap kegiatan pembangunan yang di biayai lewat anggaran negara (APBN dan APBD).

Dari pantauan tersebut, pembangunan gedung di Simpang Elak, diduga proyek tak bertuan alias siluman.

Tidak hanya itu, dari data dan pantauan di lokasi, terlihat para pekerja proyek tidak menggunakan safety, seperti Warepack (pakaian pekerja), Safety Shoes (sepatu khusus keamanan), sarung tangan, helm, masker, dan Safety Belt (sabuk pengaman).

Kondisi tersebut membuat miris akan potensi terjadinya kecelakaan kerja.

Salah satu orang saat ditemui awak media di lokasi proyek, mengatakan, dirinya tidak tahu. “Kami hanya pengawas di lapangan, dan sepertinya ini yang di bangun gudung diklat. Kalau lebih jelas lagi, tanya aja sama pemilik proyek yang bernama M. Fauzan”, kata orang tersebut kepada awak media.

Sementara M. Fauzan, saat dikonfirmasi via Hp, membantah kalau di proyek tersebut tidak ada papan nama proyeknya. “Papan informasi ada di lapangan. Kalau mau lebih jelas lagi lihat aja di internet, di situ ada”, kata Fauzan.

Hingga berita ini tayang, Fauzan belum memberikan jawaban saat ditanya terkait safety para pekerja proyek. Fauzan hanya membaca pesan whashapp wartawan ini tanpa ada jawaban.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan