Meneropong Pembangunan di Kabupaten Bener Meriah

  • Whatsapp

Ilustrasi


BENER MERIAH | portal-indonesia.com -Salah seorang pemuda saat mengadakan audensi dengan sejumlah anggota DPRK beberapa waktu lalu, mengemukakan tentang banyaknya wilayah di Bener Meriah tertinggal lantaran tak tersentuh pembangunan.

Bacaan Lainnya

Apa yang dikemukakan oleh pemuda tersebut sempat dilansir oleh salah satu media online.

Hal tersebut, mendapat tanggapan dari Kabag Humas dan Protokol Setdakab Bener Meriah Hasyimi IB, S.KM, M.Kes., Sabtu (7/11/2020).

Kabag Humas menerangkan, Bupati Abuya Tgk. H. Sarkawi dalam melaksanakan pembangunan selalu berprinsip pemerataan dalam skala proritas serta komitmen membangun Bener Meriah secara ikhlas dan sekuat tenaga dengan membuat program pembangunan yang menyentuh masyarakat terutama di daerah-daerah yang belum tersentuh pembangunan, seperti Kecamatan Syiah Utama dari segi infrastruktur jalan.

Masih Kabag Humas, beberapa waktu lalu, yakni saat Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT bersama bersama Anggota DPRA dan Kadis Sosial Provinsi Aceh dengan didampingi Sekda dan beberapa Kepala Dinas, meninjau dan bertemu langsung dengan masyarakat Syiah Utama-Samar Kilang.

Saat itu, beliau mengatakan bahwa proyek Multiyears pembangunan jalan Samar Kilang akan segera dimulai. “ini adalah bukti keseriusan pemerintah untuk melakukan pemerataan pembangunan”, terang Kabag Humas.

Lebih lanjut, Kabag Humas menjelaskan, perlu juga dipahami bahwa pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan, harus sesuai dengan kemampuan keuangan daerah karena pembagian anggaran pembangunan juga harus dibagi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bener Meriah.

“Untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat memang itulah tugas seorang pemimpin mulai dari pusat sampai ke daerah. Bahkan sampai ke pelosok suatu desa sekalipun, namun itu juga memerlukan proses”, ujar Kabag Humas.

Ia menegaskan, semangat bekerja dalam membangun Bener Meriah bila dilaksanakan dengan sepenuh hati dan kebersamaan semua pihak, akan membuat pembangunan menjadi lebih berarti.

“Keberhasilan pembangunan bukan hanya terletak dan milik pemerintah, Namun menjadi milik dan andil masyarakat,” jelasnya.

Sebagai pemimpin yang mengadopsi cara blusukan itu adalah salah satu cara yang dilakukan Bupati. Itu bukan hobi, tapi untuk mengunjungi kecamatan, kampung-kampung, selalu datang ke lapangan. Gunanya untuk melihat dan mendengar langsung permasalahan-permasalahan yang ada di wilayah tersebut. “Hal ini juga untuk menghindari laporan (ABS) Asal Bapak Senang”, tandas Hasyimi.

Bahkan, kata Kabag Humas, Bupati datang ke satu tempat berkali-kali. “Ini dilakukan dalam manajemen. Kalau tidak ada pengawasan atau kontrol tidak akan jadi”, sambungnya.

Dijelaskannya bahwa, Pemerintah tidak hanya sekedar memberikan anggaran kepada daerah, namun juga turut mengawasi langsung pembangunan yang dilakukan. “Jadi bukan main-main”, ujarnya.

Lebih jauh Kabag Humas mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Parawisata terus berupaya meningkatkan geliat parawisata di Kabupaten Bener Meriah.

Terkait hal tersebut, Pemerintah akan selalu memperbaiki sarana dan prasarana berbagai bidang. Pemerintah Bener Meriah juga berupaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menopang aktivitas untuk tumbuh kembangnya kepariwisataan di daerah yang kaya akan potensi wisata alam, terutama wisata ekstrim Arung Jeram.

“Selain menguji adrenalin melawan derasnya air di Krueng Jambo Aye Samar Kilang, juga kita harapkan nantinya dapat menjadi usaha wisata. Hal itu guna mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Bener Meriah, khususnya ke Samar Kilang dengan melalui olahraga ekstrim itu”, tambah Hasyimi.

Selain memiliki hasanah seni dan budaya yang mungkin tidak dimiliki oleh daerah lain, Bener Meriah juga menawarkan pesona alamnya yang indah. Mulai dari gunung, perkebunan rakyat, wisata alam, wisata sejarah hingga aliran sungai yang cukup baik untuk dijadikan wisata arung jeram. “Ini patut untuk dimaksimalkan yang muaranya untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat”, terang Kabag Humas.

Sementara tentang program-program yang dicanangkan di Samar Kilang, semuanya gagal. “Ini juga tidak semuanya begitu, ada juga program Pemerintah yang berhasil, seperti yang dilakukan beberapa waktu yang lalu tentang panen perdana padi dan jagung di Samar Kilang”, timpalnya.

Tentang panen perdana padi dan jagung di Samar Kilang, itu merupakan program pemerintah daerah Bener Meriah menyangkut Ketahanan Pangan yang telah memberikan bantuan bibit kepada masyarkat dan behasil,” tandas Kabag Humas.

“Kala itu, bapak Bupati juga meminta kepada Kepala Dinas Pertanian supaya untuk tahun mendatang supaya diprogramkan untuk pembuatan irigasi”, kata Kabag Humas menambahkan.

Tentang masalah percetakan sawah baru, kata Kabag Humas, itu bukan gagal, tapi masih berproses di Kemeterian Desa dan pihak lainnya.

“Menyangkut masalah tersebut, Pemerintah Daerah sudah mengusulkan saat pihak Kemeterian Desa mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah, dan status lahannya saat ini masih dalam proses Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA). Jadi semua butuh waktu dan kesabaran dan pemerintah daerah akan terus mengawal”, paparnya.

“Bekerja karaslah sampai kamu menjadi motivasi bagi para pembencimu” kata Kabag Humas dan Protokol Hasyimi IB, S.KM, M.Kes saat menyampaikan di akhir pembicaraan.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan