PGRI Jatim Wadahi Forum Honorer Se Jawa Timur

  • Whatsapp
Penyerahan Nota Kesepahaman

PGRI Jatim Menerima Perwakilan Forum Honorer K2 dan Non Se Jawa Timur

SURABAYA, portal-indonesia.com, Gedung Guru Indonesia (GGI) Provinsi Jatim terlihat berbeda karena banyak tamu Honorer yang berbaju Batik Kusuma Bangsa memasuki Aula Lantai 3 tepatnya hari Sabtu keamarin hingga hari ini (24/10/2020).

Bacaan Lainnya

Kehadiran Honorer K2 dan Non K di setiap Kabupaten/Kota merupakan Undangan Resmi dari Pengurus PGRI Provinsi Jatim dengan tajuk Silaturahmi Forum Honorer Se Jawa Timur dengan tujuan adanya persamaan persepsi dari setiap Forum untuk kemudian diformulasikan dalam strategi Perjuangan di PGRI.

Teguh Sumarno, Ketua PGRI Provinsi Jatim dalam sambutannya mengatakan “Pemerintah harus bertanggung jawab terhadap permasalahan Honorer yang ada saat ini, Honorer tambah banyak, usia mereka tambah tua dan tidak ada penyelesaian yang komprehensif”

“Pemerintah tidak tanggap dan tidak punya pemetaan terhadap penyelesaian Honorer sehingga tambah lama bertambah runyam, seharusnya ada langkah strategis dan serius jika PPPK dianggap solusi mengapa hampir 20 bulan mereka yang sudah dinyatakan lulus belum menerima gaji” lanjutnya

Dalam sambutan penutupnya beliau mengajak para Honorer yang hadir “Mari kita bersama-sama bersatu, samakan persepsi dan mengatur langkah strategi perjuangan agar semua Permasalahan Honorer bisa terselesaikan dan dituntaskan.

Wakil Ketua PGRI Provinsi Jatim yang juga diamanahi tugas sebagai Pembina Honorer Jawa Timur, Bambang Sutjipto menyampaikan “Kami mengundang semua forum Honorer yang ada di Jawa Timur untuk bersatu menjadi satu gerakan honorer dalam Komando PGRI, hilangkan egoisme pribadi atau kelompok, mari kita tata dan susun kembali strategi perjuangan agar penuntasan permasalahan Honorer bisa segera diselesaikan”

“Silahkan dibentuk kepengurusan dan disusun semua usulan yang berisi langkah strategis penyelesaian Honorer yang nantinya kita akan bahas bersama dengan Tim LKBH Provinsi Jatim agar dicarikan langkah-langkah konstruktif penyelesaian Honorer dengan melihat peluang terhadap peraturan yang ada” ujarnya

Pertemuan yang bertajuk Silaturahmi tersebut diwarnai beragam usulan, saran, dan kritikan dari perwakilan honorer yang hadir mewakili daerahnya masing-masing, tercatat ada 10 perwakilan yang berdialog melalui tanya jawab, bisa disimpulkan bahwa mereka meminta legalitas terhadap Honorer berupa SK.Bupati, Perbub, Standarisasi gaji sesuai UMK, perlindungan JKK dan JKM serta regulasi kebijakan yang berpihak terhadap honorer.

Dibentuknya susunan Pengurus Forum Honorer PGRI Provinsi Jatim melalui musyawarah mufakat dan tertuang dalam Keputusan Pengurus PGRI Jatim Tentang Susunan Dan Personalia Pengurus Badan Khusus Forum Honorer PGRI Provinsi Jatim bernomor : 09/Kep/JTI/XXII/2020.

Semoga pengurus terpilih bisa mengembah amanah, segera mengatur langkah dan strategi perjuangan serta memberikan sumbangsih nyata demi tuntasnya permasalahan Honorer.

Tinggalkan Balasan