Gedung SMKN 1 Suboh Dilalap Api, Atap Sebuah Ruang Kelas Hangus Terbakar

  • Whatsapp

Suasana saat api membakar atap sebuah ruang kelas di SMKN 1 Suboh, Situbondo.


SITUBONDO | portal-indonesia.com – Peristiwa kebakaran terjadi di SMKN 1 Suboh Kabupaten Situbondo, Jumat (23/10) sekitar pukul 11.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Beruntung, seluruh ruang kelas saat itu dalam keadaan kosong karena pembelajaran di sekolah ini dilakukan melalui online dengan menggunakan jaringan internet (daring).

Pantauan portal-indonesia.com di lokasi, peristiwa kebakaran tersebut telah menghanguskan atap sebuah ruang kelas. Akibatnya, atap dan sebagian bangunan ruang kelas tersebut kondisinya rusak.

Menurut Humas SMKN 1 Suboh, Ahmad Maulidi Marfianto SPd, api itu membakar atap ruang kelas TKJ 3.

Saat kejadian, ada salah satu guru yang mengetahui sehingga langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Damkar dan PLN wilayah Besuki

Sesaat setelah menerima laporan, petugas berikut 1 unit damkar tiba di lokasi kebakaran.

“Alhamdulilah, kebakaran itu cepat teratasi sehingga tidak menjalar ke ruang kelas lainnya. Ini berkat kesigapan petugas Damkar wilayah Besuki. Api itu dalam waktu cepat berhasil dipadamkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kapala SMKN 1 Suboh bagian Sarpras, Djoko Kuswanto SS mengungkapkan, kebakaran diduga akibat sisa bakaran tanaman bambu yang berada di sisi barat luar pagar bangunan kelas sekolah.

Pada saat tanaman bambu itu dilalap api, cuaca sangat panas dan angin bertiup kencang, sehingga api dari sisa bakaran tanaman bambu itu terbawa angin naik ke atas genting kelas tersebut.

“Diduga api menjalar dari pembakaran tanaman bambu di luar pagar sebelah barat kelas. Saat kejadian, cuaca panas disertai angin cukup kencang,” ungkapnya.

Kondisi puing-puing atap yang jatuh berserakan di lantai ruang kelas yang terbakar.

Djoko menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Adapun kerugian, ditaksir sekitar Rp 13 – 15 juta. Namun untuk memperbaikinya, yang jelas atap ruang kelas tersebut harus dirombak total dengan taksiran biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 50 juta”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan