Cabup Ipong Ajak Semua Pihak Untuk Dewasa Berdemokrasi

  • Whatsapp

portal-indonesia.com, PONOROGO – Disela-sela kesibukkannya melakukan safari kampanye keliling desa se-Bumi Reyog, calon bupati Ponorogo nomor urut 2, Ipong Muchlissoni menyampaikan beberapa pesan moral terkait perlunya menjalin silaturahmi dan selalu berpolitik santun.

Ipong Muchlissoni mengaku bahwa dalam Pilkada 2015 silam sebagai penantang petahana. Kala itu Ipong Muchlissoni bertarung melawan petahana, Amin yang berpasangan dengan Agus Widodo.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya itu, Ipong juga bertarung dengan kandidat kuat yaitu Sugiri Sancoko-Sukirno serta calon independen Misranto-Isnen. “Pada Pilkada 2015 saya penantang, tidak pernah mempersoalkan program pemerintah saat itu,” ujar Ipong Muchlissoni, Rabu (14/10/2020).

Dirinya bersama Cawabup Soedjarno (Wabup Ponorogo 2016-2021) mengaku rajin sambang dulur dari desa ke desa. “Saya bekerja dengan rajin menemui masyarakat dari satu desa ke desa,” tambahnya.

Makanya saat ini dirinya bersama Cawabup Bambang Tri Wahono juga melakukan hal sama, rajin turun ke bawah. “Karena poin sebuah Pilkada untuk menang ya silaturahmi,” jelasnya.

Selain itu dirinya bersama Bambang Tri Wahono tidak melakukan kampanye menggunakan politik kotor dengan menyerang membabi buta kepada lawan. “Bukan menghujat memprotes gak ada habisnya. Bukan juga sebagai media mengumbar kekesalan karena gagal jadi caleg, misalnya,” imbuh cabup yang diusung oleh Nasdem, PKB, Demokrat, Gerindra, Golkar dan PKS ini.

Lebih lanjut Ketua Bappilu DPW Nasdem Jawa Timur mengajak semua pihak selalu dewasa dalam berdemokrasi. “Jadi marilah kita dewasa dalam berdemokrasi. Perbedaan itu biasa dan perbedaan sesungguhnya adalah rahmat,” bebernya.

Walaupun saat ini sebagai kandidat Pilkada Ponorogo, Ipong tetap merajut silaturahmi dengan siapapun. “Jangan putus silaturahmi. Mengulang yang pernah saya sampaikan dalam Focus Group Discussion atau FGD dengan PCA di Pendopo. Tidak semua mimpi jadi Kenyataan dan tidak semua kenyataan menyenangkan. Mari kita nikmati kopi pahit karena pahit nya kopi tidak seperti pahitnya kehidupan,” pesannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan