Demo Tolak UU Cipta Kerja di Kebumen Ricuh

  • Whatsapp
Aksi para demonstran menolak UU Cipta Kerja Omnibus law di depan gedung DPRD Kebumen, Jum’at (9/10) sore. (Foto : Wahyudin / Portal Indonesia).

KEBUMEN | portal-indonesia.com – Aksi unjuk rasa ribuan demonstran di Kebumen, Jum’at (9/10) berakhir ricuh. Massa yang tergabung dalam Aliansi serikat pekerja buruh, mahasiswa dan masyarakat Kebumen yang berunjuk rasa, berorasi dan berkumpul di depan gedung DPRD Kebumen sejak pukul 14.20 Wib. Mereka meminta para anggota DPRD yang ada di dalam gedung untuk menemui para demonstran.

Para demonstran meminta kepada anggota dewan yang terhormat untuk memberikan statement terkait Omnibus law yang di sahkan di DPR RI

Bacaan Lainnya

“Kami tidak peduli para anggota DPRD sekarang ini sedang dimana, kami hanya mau anggota dewan terhormat memberi statement dan menolak Omnibus law dan jangan pakai jalan atau prosedur yang panjang. Kami ingin Omnibus law ditolak”, Teriak para orator.

Setelah 5 menit perwakilan dari Anggota DPRD Kebumen, Sarimun menemui para demonstran di depan gedung DPRD kebumen dengan pengawalan ketat dari kepolisian Polres Kebumen.

Sarimun menyapa para demonstran dengan menanyakan kesehatan kepada demonstran dan menyampaikan maaf kepada demonstran bahwa seluruh angota DPRD kebumen sedang ada di Solo dan menandatangani petisi yang sudah disiapkan oleh demonstran yang ber isi.

Saya Nama Sarimun mewakili seluruh anggota DPRD Kebumen mengambil sikap untuk menolak undang undang Omnibus law atau Cipta Kerja, meminta kepada pemerintah untuk mengganti dengan peraturan pemerintah pengganti.

Setelah ditandatangani petisi tersebut, para demonstran diminta untuk membubarkan diri dengan tertib.

Para demonstran mengucapkan terima kasih bahwa DPRD Kebumen mendengarkan aspirasi para buruh dan mau merasakan susahnya buruh di Kebumen.

Tercatat ada 3 poin yang disampaikan Aliansi serikat pekerja dan Mahasiswa Kebumen. Mereka menyampaikan bahwa Omnibus law tidak cocok untuk bangsa Indonesia sekarang.
Mahasiswa, Aliansi serikat kerja kebumen bersumpah.
1. Kami Mahasiswa dan masyarakat indonesia bersumpah bertanah air satu tanpa penindasan.
2. Kami Mahasiswa dan masyarakat bersumpah ber bahasa satu berbahasa kebenaran dan tanpa kebohongan.
3. Kami Mahasiswa dan masyarakat indonesia bersumpah berbangsa satu bangsa yang gandrung keadilan.

Namun setelah demonstran akan membubarkan diri, terjadilah penumpang gelap yang melempari batu ke arah gedung DPRD Kebumen dan menyebabkan kaca kantor Wakil rakyat pecah.

Aparat kepolisian berjaga dan mengamankan gedung DPRD dengan menembakan gas air mata dan mobil water canon untuk membubarkan massa.

Namun para penumpang gelap semakin beringas dan terus melempari gedung DPRD Kebumen hingga likul 17.05 WIB.
Kapolres kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawab turun langsung untuk menenangkan massa dibantu Brimob Kutoarjo yang datang.(Wahyudin)

Editor: tris

Tinggalkan Balasan