Kapolres Kebumen Apresiasi Kepedulian Sosial Terhadap Disabilitas

  • Whatsapp
Kaki palsu untuk disabilitas yang di inisiasi oleh SDK (Sahabat Disabilitas Kebumen) dan CV Jaspro Medika. (Foto : Wahyudin / Portal Indonesia).

KEBUMEN | Portal-Indonesia.com – Kegiatan SDK (Sahabat Disabilitas Kebumen) dan CV Jaspro Medika untuk bersinergi dalam mengatasi penyandang disabilitas tuna daksa supaya bisa dengan mudah untuk mendapatkan kaki dan tangan palsu, dihadiri oleh para pejabat di Kebumen.

Diantaranya AKBP Rudi Cahya Kurniawan, Msi, M.H. M.Kn Kapolres Kebumen, Fitri Handayani, SH Anggota DPRD Kebumen, Dinas sosial dihadiri oleh Kinanto, Biworo, Anwar dari Dinas Kesehatan dan Nur dari Lazimu Kebumen. Dari total 13.000 penyandang disabilitas di Kebumen belum mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutanya Kapolres Kebumen AKBP Rudi Cahya Kurniawan, MSi.M.H, M.Kn mengapresiasi rekan – rekan SDK yang membangkitkan kepedulian sosial terhadap kaum disabilitas dan rasa empatinya kepada saudara kita kaum disabilitas.

“Maka perlu kiranya bekerjasama dengan Pemda dan dinas – dinas terkait bekerja sama saling bersinergi, apresiasi yang setinggi tingginya kepada SDK yang menggandeng CV Jaspro Medika dalam melayani kaum difabel agar lebih prima dan kontinyu,” Katanya.

Dalam kesempatan yang sama M. Abdul Rozak dari CV Japro Medika yang bergerak dalam bidang prosthetics orthotics atau kaki palsu dan tangan palsu bersinergi dengan SDK dapat membantu kaum difabel tuna daksa dan lainnya.

“Sehingga kaum difabel di Kebumen nantinya termotifasi, semangat dan mandiri dalam aktifitas kembali normal tanpa batas. Kebanyakan penyandang tuna daksa setelah diamputasi putus asa dan merasa akhir dari segalanya. Kami suport dalam membantu merehabilitasi fisik kalau SDK adalah pendamping merehabilitasi secara psikis dan bekerja saling mutualisme dan bisa hidup mandiri,” Paparnya.

Sesepuh SDK, Hardi SPd mengatakan, sinergi SDK dan CV Jaspro Medika tersebut adalah untuk membantu tuna daksa yang berjumlah sangat banyak, namun belum teratasi baik dalam penanganan medis ataupun dari penanganan setelah operasi kaki atau tangan palsu yang berkualitas semoga hal ini menjadi tonggak awal untuk penanganan disabilitas dan hak disabilitas nanti bisa didukung oleh BPJS.

Dalam sambutanya Fitria Handini, SH anggota DPRD Kebumen akan memperjuangkan dalam pansus dalm penyusunan perda disabilitas saat rapat APBD dan anggaran untuk disabilitas ditambah kita akan berkoordinasi dengan Dinsos dan Dinkes Kebumen supaya kaum difabel di Kebumen supaya bisa mendapatkan perhatian khusus alat dipakai bisa nyaman dan harus standar SNI. (Wahyudin).

Tinggalkan Balasan