Diduga Nilai Bantuan Tak Sesuai, Penerima BPNT Ini Mengeluh

  • Whatsapp

BANYUWANGI | Portal-Indonesia.com – Diduga nilai bantuan yang diterimanya tidak sesuai, sejumlah warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Alasrejo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, mengeluh.

Informasi dihimpun Portal-Indonesia.com menyebutkan bahwa, bantuan berupa barang kebutuhan pokok senilai Rp 200 ribu itu, awalnya tidak diketahui oleh warga penerima BPNT di desa tersebut.

Bacaan Lainnya

Pada bulan sebelumnya, keluarga penerima manfaat di desa itu menerima bantuan berupa telur yang jumlahnya sebanyak empat butir. Namun pada bulan ini sebanyak delapan butir telur.

Salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) yang mengeluh akan itu, sebut saja Indri, warga Desa Alasrejo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi wilayah perkotaan.

Indri mengatakan terkejut saat membuka isi bantuan yang diterimanya hanya 8 butir telur. “Saya kira kekurangan telur yang bulan kemarin mau ditambahkan ke bulan sekarang. Ternyata saya hanya menerima 8 telur,” ucap salah satu penerima manfaat itu, Sabtu (19/09/2020).

Hal serupa disampaikan NS dan NN yang merupakan penerima BPNT di wilayah Desa Alasrejo. Keduanya menunjukkan salah satu item yang diterima, yaitu beras. “Beras tidak bermerek kalau beras masih lumayan bagus,” terang NS dan NN.

Kedua KPM ini menambahkan, untuk protein hewani, mendapatkan daging ayam yang sudah dikemas dalam bungkusan. “Namun kami belum melihat isinya,” ungkap kedua orang tersebut.

Bahkan setelah ditelusuri, ternyata di desa tersebut belum ada E-Warungnya. Sehingga dalam penyaluran BPNT tersebut dilaksanakan di balai desa.

Para KPM itu hanya datang kemudian menggesek Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) memasukkan pin dan keluarlah struk. Setelah itu, mereka mengambil paket yang telah disiapkan.

Sementara Haiyi selaku Ketua Bumdes Wongsorejo, saat disinggung mengenai besaran paket yang diberikan kepada warga kurang mampu, ia menyampaikan bahwa nilai bantuan tersebut sebesar Rp 200 ribu.

Haiyi juga mengatakan bahwa bantuan telur pada bulan kemarin yang hanya menerima empat butir, itu katanya ada kesalahan pengiriman. Sementara pada bulan ini, para penerima bantuan hanya delapan butir telur. “Seharusnya kekurangan bulan kemarin ditambahkan ke bulan sekarang,” imbuhnya.

Menurut Haiyi, sebenarnya agen penyalur, berhak memilih penyuplai yang menyediakan kebutuhan tersebut. Hal ini berdampak pada jenis barang yang diterima KPM memiliki kualitas yang berbeda-beda. Mulai dari variasi jenisnya, jumlah, selisih harga dan lain sebagainya. “Bahkan, banyak temuan di lapangan, bantuan barang yang diterima KPM memiliki selisih harga hingga Rp 30-40 ribu,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Pendamping BPNT, Bagus mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Tidak tau kalau pembagian penyaluran telur ada yang kurang jumlahnya, dan saya hanya jadi pendamping. Namun ketika ada penyaluran yang kurang atau tidak cocok ke penerima, kami tau menahu,” kata Bagus saat dihubungi lewat WhatsApp-nya,

Sebelumnya, Camat Wongsorejo, Dra Sulistiowati, sudah mewanti wanti agar penyaluran BPNT harus sesuai, jangan sampai kurang nilainya dari dua ratus ribu dan menyesuaikan dengan harga. “Jangan sampai aitemnya dikurangi seperti telur bulan kemarin, Bumdes Alasrejo hanya memberi telur kepada penerima empat butir ini sudah tidak benar dan ada penyimpangan,” tegas Camat Sulistiowati beberapa pekan lalu, yakni saat mau menghadiri rapat tiga pilar.

“Harapan saya selaku camat kami mohon para Babinsa dan Babinkamtibmas supaya ikut mendampingi ketika ada penyaluran sosial agar tidak ada lagi masalah,” ucap Camat Sulistiowati. (K*)

Tinggalkan Balasan