Hukum & KriminalPortal Jateng

DPO Kasus Penipuan Rp 4,6 Miliar Dibekuk di Purwokerto

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwokerto, Sunarwan saat memberikan keterangan penangkapan DPO, Kamis (17/9/2020) di kantornya. (Foto : Tris / Portal Indonesia).

portal-indonesia.com,
PURWOKERTO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Kamis (17/9/2020) menangkap MZ (42), warga Banyumas yang merupakan terpidana kasus penipuan di Polda Jateng dan sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 16 bulan. MZ ditangkap di rumah kakaknya di Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas.

Kajari Purwokerto, Sunarwan, mengatakan, yang bersangkutan ditangkap di rumah kakaknya yang berada di Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat. Ia baru tiba dari Yogyakarta pada Rabu (16/9/2020) malam dan Kamis pagi sekitar pukul 08.50 Wib langsung diamankan petugas dari Kejari Purwokerto dan Polresta Banyumas.

“Tidak ada perlawanan saat MZ ditangkap. Dia ini merupakan DPO cukup lama setelah diputus bersalah oleh Mahkamah Agung bulan Mei 2019 dan putusan tersebut sudah inkrah. Namun yang bersangkutan justru menghilang dan baru berhasil kita tangkap hari ini,” terangnya.

BACA JUGA :   Sispamkota : KPUD Purworejo Digeruduk Massa

Lebih lanjut Sunarwan mengatakan, pihaknya sudah tiga kali melakukan mapping keberadaan MZ. Pertama yang bersangkutan terlacak berada di Yogyakarta, namun saat didatangi petugas, ia sudah menghilang.

Kemudian melakukan pelacakan hingga ke Tasik, Jawa Barat, namun lagi-lagi MZ lolos. Dan baru pada mapping ketiga yaitu di wilayah Purwokerto, MZ berhasil diamankan

Dijelaskan bahwa masih ada beberapa DPO yang masih dalam pengejaran pihak kejaksaan. Antara lain DPO di Kabupaten Pemalang yang sebenarnya keberadaannya sudah diketahui. Namun, karena alasan kesehatan yang bersangkutan belum bisa dieksekusi.

“Selasa (15/9/2020) malam kemarin, kita juga berhasil melacak satu DPO di Kabupaten Pemalang. Tetapi sedang sakit parah, untuk berdiri saja tidak bisa, dengan alasan kemanusiaan, akhirnya kita tunda eksekusi,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Pidum Kejari Purwokerto, Guntoro mengatakan, kasus MZ ditangani Polda Jateng, namun persidangan berlangsung di Purwokerto. Dan terakhir putusan kasasi MA bulan Mei 2019, menyatakan MZ bersalah dan dijatuhi hukuman kurungan 1 tahun 6 bulan.

BACA JUGA :   Lelang Proyek Jalan di Purworejo Tercium Dikondisikan, 2 PT Dilaporkan Ke Kejaksaan

Lebih lanjut Guntoro menjelaskan, kasus tersebut bermula pada tahun 2014 lalu, dimana terdakwa menjual sebidang tanah yang terbagi menjadi lima sertifikat pada korban bernama Niko warga Purwokerto senilai Rp 4,6 miliar.

Setelah korban membayar, terdakwa tidak langsung memberikan sertifikat tersebut dengan alasan sertifikat berada di bank karena hutang terdakwa. Sertifikat baru akan diberikan jika uang yang dibayarkan oleh korban diserahkan oleh terdakwa ke bank.

Namun, setelah disidang di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, terdakwa berhasil bebas, hingga akhirnya Jaksa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan menetapkan terdakwa terbukti bersalah serta dijatuhi hukuman selama satu tahun enam bulan. Akan tetapi, ketika hendak dilakukan penahanan pada Bulan Mei 2019, terdakwa melarikan diri.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan rapid test, terdakwa kemudian akan dilakukan penahanan di Lapas Purwokerto, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai vonis Mahkamah Agung. (KJ)

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: