Peristiwa DaerahPortal Jatim
Trending

Tolak Tembakau dari Luar Probolinggo, Mahasiswa dan Petani Tembakau Ini Turun Jalan 

Puluhan mahasiswa dan petani tembakau saat melakukan aksi turun jalan. (Photo: Hadari)

PRBOLINGGO | Portal-Indonesia.com – Puluhan mahasiswa dan petani tembakau di Kabupaten Probolinggo melakukan aksi turun jalan, Rabu (16/9/2020).

Dalam aksi damai tersebut, massa aksi menuntut 4 poin pokok. Salah satunya adalah menolak tembakau dari luar daerah masuk di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Ada dugaan tembakau dari luar daerah yang masuk di wilayah Kabupaten Probolinggo,” tegas Muhammad Tamimuddin, petani tembakau asal Desa Sidodadi Kecamatan Paiton.

Tak hanya itu, Muhammad Tamimuddin juga mengatakan bahwa petani tembakau merasa dirugikan dengan harga yang tidak wajar dan sangat anjlok.

“Kami petani tembakau merasa dirugikan dengan harga yang tidak wajar dan sangat anjlok berada pada kisaran 17 ribu rupiah, dan 24 ribu rupiah per kilogramnya. Hal ini membuat petani tembakau merugi,” tambahnya.

BACA JUGA :   Pengelola dan Pengunjung Cafe Kelabakan Kena Denda tidak Patuhi Protokol kesehatan

Pantauan di lokasi, tampak puluhan anggota kepolisian diterjunkan untuk mengamankan aksi turun jalan puluhan mahasiswa dan petani tembakau yang melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan di sejumlah tempat.

Mereka (massa aksi) melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan di depan Gedung Kantor Bupati Probolinggo. Setelah itu, mereka langsung geser ke gedung DPRD Kabupaten Probolinggo.

Selain di dua tempat tersebut, massa aksi juga melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan di depan Gudang Tembakau di Kecamatan Paiton.

Supervisor PT. Gudang Garam Paiton, Boy Jonathan mengatakan bahwa, PT Gudang Garam Paiton akan berkomitmen untuk terus membeli tembakau dari petani dalam Kabupaten Probolinggo.

Boy juga mengatakan bahwa tidak mengetahui jika ada tembakau luar daerah lain yang masuk.

BACA JUGA :   Melanggar Protokol Kesehatan, Covid Hunter Langsung Beri Sanksi Denda

“Selama ini pihak PT. Gudang Garam Paiton tidak menerima tembakau dari luar. Untuk harga saat ini, PT Gudang Garam Paiton membeli tembakau dari petani dengan kisaran harga 27 ribu rupiah dan 35 ribu rupiah per kilogramnya. Harga tersebut kedepannya bisa saja mengalami kenaikan,” beber Supervisor PT. Gudang Garam Paiton, Boy Jonathan.

Adapun 4 poin pokok yang menjadi tuntutan dalam orasi tersebut, yakni :

  1. Gudang tembakau harus dapat membeli tembakau sampai masa panin akhir.
  2. Gudang tembakau membeli tembakau dari petani dengan harga Rp 45 ribu per kilogramnya.
  3. Pemerintah membuat Perda dan Perbup perlindungan petani.
  4. Pemerintah Kabupaten Probolinggo dapat memperjuangkan nasib petani di Kabupaten Probolinggo.
Reporter: Hadari
Editor: Abdul Hakim

 

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: