Peristiwa DaerahPortal Jatim
Trending

Terkait Gelar Akademik, Formasi Pasuruan Raya Tantang Kedua Paslon Buktikan Keabsahan Ijazah Ke Publik

Portal-indonesia.com, PASURUAN – Melihat perkembangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Pasuruan, Jawa Timur yang dinilai mengarah pada rivalitas yang tidak cukup sehat, dalam hal ini Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Pasuruan Raya angkat bicara.

Diketahui gabungan dari Formasi tersebut di ikuti oleh Sugito mewakili dari LSM Pusat Kajian dan Kebijakan (Pusaka), Totok A Rahman dari LSM PDW, Lujeng Sudarto dari LBH Pijakan Rakyat Nusantara (Pijar), Rahmad Cahyono dari Laskar Merah Putih (LMP), Hanan dari Aliansi Masyarakat Cinta Damai (AMCD) Pasuruan dan sejumlah LSM yang lain.

Melalui jumpa pers di Taman Kota Pasuruan jalan Pahlawan, Kecamatan Panggungrejo pada Rabu (16/9) siang, kumpulan LSM dan LBH yang tergabung dalam Formasi itu menantang agar kedua Paslon melakukan pembuktian administrasi ijazah yang sah terkait status title atau gelar akademik kepada publik.

Hal itu dilakukan menurut Lujeng Sudarto, agar proses perjalanan Pilkada khususnya di Kota Pasuruan betul-betul dapat berjalan dengan dinamis, demokrasi dan dapat bersaing secara sehat.

BACA JUGA :   Calon Perangkat Desa Gudang Ikuti Test Seleksi Secara Serius

“Baru kali ini kita mendengar ada polemik masalah ijazah dan sebagainya. Menurut saya, masing-masing Paslon harus berani melakukan pembuktian terbalik kepada publik, supaya lebih transparan dan akuntabel”. Ungkapnya Lujeng, dihadapan para awak media.

Tentunya dengan harapan menurut Lujeng, agar masyarakat bisa menjadi pemilih yang cerdas. Sehingga tidak disuguhkan pada sosok calon pemimpin seperti ibarat ‘Memilih Kucing Dalam Karung’.

Akan tetapi masyarakat butuh seorang calon pemimpin yang betul-betul jujur, amanah, transparan dan akuntabel. Serta betul-betul berpihak pada masyarakat, dan bukan pada kepentingan kelompok semata.

“Untuk itu kita menginginkan bagaimana proses demokratisasi Pilkada Kota Pasuruan itu, warga tidak disuguhi info hoax, fitnah atau semacam polemik dan itu tidak menyehatkan. Tapi warga nanti bisa memilih pemimpin berdasarkan fakta dan realita masing-masing calon”. Tegasnya Lujeng, dengan suara lantangnya.

Demikian juga seperti yang diungkapkan oleh Hanan, selaku Ketua Umum AMCD Pasuruan. Yang mana meminta kepada masing-masing Paslon, terutama bagi pasangan Teno-Hasjim agar bisa membuktikan tentang keabsahan daripada gelar akademik yang dicantumkan saat ini.

BACA JUGA :   Laporan Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Dicabut, Ini Penjelasan Ketua PAC PKB Tegal Siwalan

“Kita berharap Pilkada Kota Pasuruan berjalan lebih jujur dan akuntabel lah..!! Jangan membuat masyarakat ini seolah-olah di bodohi. Kalau memang ijazah gelar ini memang ada, silahkan tunjukkan ke media supaya tidak terjadi polemik”. Ujar Hanan, selaku Ketua Umum AMCD Pasuruan.

Sementara mengenai proses perjalanan Pilkada di Kota Pasuruan, Totok A Rahman dari LSM Pasuruan Democration Worst menekankan kepada pihak KPU Kota Pasuruan selaku penyelenggara agar tetap menjalankan sesuai aturan dan prosedur yang ada.

“Kami berpesan kepada pihak KPU, tolong buat pihak pelaksana Pemilu lakukan tugas dengan baik dan benar, yang mana harus sesuai dengan aturan yang berlaku”. Pungkasnya Totok.

Dengan adanya pembuktian yang sah terkait administrasi berupa ijazah sesuai dengan gelar yang di sandang oleh masing-masing Paslon, selanjutnya bisa dipertanggung jawabkan kepada hal publik dalam hal ini masyarakat Kota Pasuruan. (*Ghana HM)

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: