Puluhan Warga dan Nelayan Desa Lebung Keluhkan Aktivitas Ponton Batu Bara

  • Whatsapp

Portal-indonesia.com, Banyuasin – Puluhan masyarakat Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur yang kebanyakan dari mereka adalah nelayan berencana mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Rabu (16/9).

Adapun peralatan yang digunakan dalam kegiatan – Sepanduk- Bendera.- Toa (pengeras suara) – Sepeda motor- Karton pernyataan sikap.

Bacaan Lainnya

Tuntutan para pengunjukrasa, disampaikan kordinator Aksi Indo Sapri bahwa,

  • Meminta kepada Kepala Dinas lingkungan hidup untuk segera turun ke lapangan serta lakukan pemanggilan terhadap perusahaan batubara yang parkir di aliran Sungai Musi. 2- Hentikan kegiatan normalisasi sungai yang dilakukan pihak perusahaan Wilayah Sungai Musi Desa Lebong. 3- Ketika tidak ada tindakan dari pihak dinas lingkungan hidup pada hari ini kami juga akan melakukan pengusiran secara paksa. Jelas pria yang juga Ketua DPD Ormas JPKP Banyuasin.
  • Namun sebelum masyarakat tiba di kantor DLH Banyuasin Pada Pukul 10.40 Wib massa di temui oleh IPDA Joko Beni Waluyo, SH (Kanit intel Ekonomi Polres Banyuasin) mengajak masyarakat untuk di mediasi.

“Kita akan melaksanakan kegiatan mediasi di ruangan Intel polres Banyuasin sudah ada pihak perusahaan di polres dan kami minta untuk perwakilan masyarakat untuk mengikuti melaksanakan medisiasi,” jelasnya

Berkaitan tawaraan tersebut pada pukul 11.00 Wib perwakilan masyarakat tiba di Polres Banyuasin untuk melakukan mediasi bersama pihak perusahaan menyampikan masalah yang dihadapi masyarakat desa Lebung seperti hasil ikan terganggu dan meminta ada kontribusi dari pihak perusahaan kepada masyarakat setempat.

Suasana Mediasi

Warga yang mengikuti kegiatan mediasi Masyarakat, Indo Sapri, Dadang, Baigas, Agan, Pai, Damin, Amir sedangakan Perwakilan dari pihak Perusahaan PT Swarna Dwipa Dermaga jaya (SDJ) Eko Handoko dan Barka

Menanggapi apa yang menjadi keluhan warga dan nelayan, Eko Handoko meminta waktu untuk berkoordinasi.

“Kami meminta waktu kepada masyarakat dan kami akan melaporkan aspirasi kendala dan keluh kesah dari masyarakat ke asosiasi pemilik kapal dan Menegemenet perusahaan yang ada di Palembang,” jelasnya.

Hasil Mediasi disepakati

1.Agar pihak perusahaan memperhatikan ekonomi masyarakat nelayan di desa atas aktivitas lalu lintas batu bara dengan segala dampaknya yang bersandar.

2.Dari perwakilan perusahaan menyatakan akan membawa dan memfasilitasi untuk mencari solusi terkait permasalahan ini dengan waktu secepatnya. (Hadi ST)

Tinggalkan Balasan