Peristiwa Daerah

Geliat Urban Farming di Kota Malang

Suasana panen hasil Urban Farming lingkungan kelurahan Mulyorejo, Tebo Selatan RT 09 RW 02 Kota Malang.

KOTA MALANG | Portal-Indonesia.com – Ditengah pandemi covid-19 yang masih melanda seperti saat ini, aktivitas warga di lingkungan Tebo Selatan RT 09 RW 02, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, tidak seperti hari-hari biasanya.

Hari ini, Selasa (15/09/2020), tampak warga beramai-ramai mengadakan kegiatan panen raya tanaman sayur jenis sawi daging dan sawi manis dari program Urban Farming yang sudah digagas oleh pengurus RT dan warga setempat sejak satu tahun lalu.

Pertanian urban dengan konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan dengan keterbatasan lahan menjadi trend di daerah perkotaan, tak terkecuali di Kota Malang.

Seperti program urban farming yang dilakukan oleh salah satu warga setempat. Hanya di lahan berukuran 8×10 meter persegi dan media polibag, hasil panen urban farming milik warga tersebut mencapaj 130 kilo sawi daging dan sawi manis.

Tanpa mengurangi kualitas tanaman, sistem pengelolaan secara organik dalam program ini dapat meningkatkan nilai jual produk.

BACA JUGA :   Puluhan Pemuda dan Sopir Truk di Mlandingan Terjaring Razia Masker

Hanya dengan modal 120rb rupiah untuk bibit dan bahan pupuk fermentasi buatan sendiri, hasil panen rata-rata per 2 bulannya bisa mendapatkan keuntungan sekitar 500 – 600 ribu rupiah. Sedangkan terkait pemasaran produk, dipasarkan secara online oleh pemuda Karang Taruna RT 09.

Ketua RT 09 RW 02 Kelurahan Mulyorejo Rudianto menuturkan, urban farming yang diberi nama Berdikari 09 ini memiliki dampak secara sosial dan emosional pada setiap orang.

“Selain dapat mengurangi tingkat stres, juga dapat meningkatkan kesehatan mental karena memiliki kesempatan berinteraksi dengan alam melalui kebun,” katanya.

Dia mengatakan, ada sejumlah konsep yang diusung dalam kegiatan urban farming Berdikari 09. Pertama, sebagai sarana edukasi terkait ilmu pertanian khususnya pengenalan sosial dengan berbagai kegiatannya.

Kedua, menguatkan semangat gotong royong. Ketiga, peningkatan SDM masyarakat khususnya warga RT 09. Dan keempat adalah konsep agrobisnis, sehingga dapat memberikan pemasukan secara finansial atau penghasilan tambahan bagi warga RT 09.

“Kegiatan panen ini diikuti oleh seluruh warga RT 09, Karang Taruna, dan Ibu-ibu PKK di RT 09. Harapan dari keberlangsungan program melalui kegiatan ini, warga kelurahan Mulyorejo khususnya RT 09 RW 02 dapat berperan aktif dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di Kota Malang,”beber Rudianto.

BACA JUGA :   Di Sukakarya, Bupati Mura Minta Masyarakat Pertahankan Status Zero Covid 19

Lain pula apa yang diungkapkan oleh Laily Fitriyah Liza Min Nelly. Salah satu tokoh wanita kota Malang yang diundang untuk turut hadiri panen ini mengaku senang sekaligus bangga bisa ikut dalam panen tersebut.

Menurutnya, di kota besar seperti kota Malang ini, jarang ditemui ada warga yang berinovasi dengan cara menyulap lahan kosong perumahan menjadi lahan yang bermanfaat dan memberikan keuntungan bagi warga di permukiman tersebut.

“Saya mengharapkan urban farming ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh kampung – kampung di Kota Malang. Sehingga meski ditengah pandemi covid-19 ini, warga masih bisa bertahan dan tidak terlalu berdampak di bidang perekonomiannya,” ungkap Nelly.

Reporter: Junaedi
Editor: Abdul Hakim
Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: