Hukum & KriminalPendidikan
Trending

Dugaan Pungli di SMPN 1 Kalipuro, Minta Polisi Harus Mengusut Tuntas

BANYUWANGI – Portal-Indonesia.com-Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) mendesak Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Resort Kota (Kapolresta) Banyuwangi, Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin profesional dan transparan dalam mengusut dugaan pungli di SMPN 1 Kalipuro.

“Sebagai Ketua Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi mendesak Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin profesional dan transparan dalam mengusut dugaan pungli di SMPN 1 Kalipuro” ujar Muhammad Helmi Rosyadi saat ditemui di Mapolresta Banyuwangi, Selasa (08/09/2020).

Untuk diketahui, Helmi yang juga Ketua Dewan Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin (DPK-ARM) sebelumnya telah mendatangi SMPN I Kalipuro berdasarkan laporan wali murid terkait penarikan dana UNPBK dan biaya perpisahan senilai Rp. 580.000,- yang diduga tidak transparan.

“Saya diminta bayar uang UNBK dan biaya Perpisahan sebesar saya Rp 580.000 dan saya bayar lunas dan ada kwitansinya cuma tidak saya bawa ada di rumah, kemaren saya di kasi amplop oleh anak saya katanya pengembalian biaya UNBK setelah saya buka cuma berisi uang Rp. 50.000,- saya heran dan kaget saya cuma ingin pihak sekolah transparan aja terkait dana senilai 580ribu tersebut ” ungka Nita dengan nada kecewa saat dikonfirmasi wartawan di SMPN 1 Kalipuro, Rabu (29/07/2020).

BACA JUGA :   Kinerja KPU Dianggap Tidak Netral, Ratusan Massa Unjuk Rasa

Padahal jelas dimasa pandemi Covid-19 UNBK dan perpisahaan ditiadakan dan berdasarkan hasil musyawarah dengan para orang tua siswa dan wali murid sepakat untuk mengawal dugaan pungli ini sampai tuntas.

Penyidik Polresta Banyuwangi juga telah memanggil dan memeriksa 10 saksi diantaranya mantan Kepala Sekolah, Bendahara sekolah, panitia UNBK dan perpisahan serta penyedia barang dan jasa.

“Kami telah memanggil dan memeriksa 10 saksi diantaranya mantan Kepala Sekolah, Bendahara sekolah, panitia UNBK dan perpisahan serta penyedia barang dan jasa,” terang Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP. M. Solikin Fery, SIK. dikonfirmasi via whatsapp, Selasa (08/09/2020)

Berdasarkan hasil musyawarah dengan para orang tua siswa dan wali murid, Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi bersama Aliansi Rakyat Miskin sepakat untuk mengawal dugaan pungli ini sampai tuntas.

BACA JUGA :   Kordinator KUMALA Komarudin Mengecam Keras Tindakan Penusukan Terhadap Ulama

“Berdasarkan hasil musyawarah dengan para orang tua siswa dan wali murid, Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi serta Aliansi Rakyat Miskin sepakat untuk mengawal dugaan pungli ini sampai tuntas,” pungkas Helmi (Kur)

Tags

Redaksi

Media Siber Nasional Portal Indonesia yang menyajikan Berita Terkini dengan slogal Mengupas Berita Seputar Fakta

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: