Pendidikan

Wacana “Pokoknya SD” Bikin Geram Kader PGRI

Foto ilustrasi demo PGRI memperjuangkan nasib guru

BONDOWOSO, portal-indonesia.com, Kontestasi Pemilihan Pengurus PGRI Kabupaten Bondowoso sejatinya akan segera dihelat paling lambat Desember 2020, lampu hijau telah dikirim oleh PGRI Provinsi Jatim yang terekam dalam Rapat Koordinasi Pengurus PGRI Provinsi Jatim dengan Pengurus PGRI Kabupaten/Kota se-Jawa Timur agar pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konkab) di Kabupaten Bondowoso berjalan sukses dan lancar. Hal itu dibenarkan oleh pengurus Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Jatim Ageng Jelly Purwanto yang sempat mengikuti daring.
“sebenarnya semua tahapan Konkab bisa dilakukan dengan Virtual/Daring kecuali pemilihan pengurus yang harus dilaksanakan secara Konvensional (pemilihan langsung) dengan syarat pelaksanaannya tetap memperhatikan protokol kesehatan” imbuh Ageng melalui pesan WhatsApp.
Berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan, terdapat dua kandidat yang akan memperebutkan ketua PGRI Bondowoso periode 2020/2025. Kedua kandidat tersebut adalah Daris Wibisono Setiawan dan Mulyono. Daris Wibisono sendiri sudah dikenal banyak di guru semua kalangan guru, selain karena dosen PGSD Universitas Terbuka Jember, kepala SMK NU Tenggarang, Wakil Ketua LP Ma’arif NU, GusDurian Bondowoso, Guru di SMKN 1 Grujugan, juga pengurus Dewan Pendidikan kabupaten Bondowoso. Sementara itu, Mulyono adalah kepala SDN Prajekon Lor 1.
Sayangnya, Konkab PGRI yang selama ini berjalan kondusif sempat direcoki oleh oknum yang menyebarkan isu calon ketua PGRI pokoknya harus dari guru SD. Uniknya, yang merasa sangat geram dengan isu tersebut adalah guru-guru SD sendiri yang mengerti betul AD/ART PGRI. Salah satunya apa yang disampaikan Sisca, guru SDN di kecamatan kota dengan keras menyampaikan bahwa isu pokoknya SD merupakan pemahaman sempit yang bersebrangan dengan sifat PGRI yang Unitaristik dan tidak sejalan dengan ART pasal 37, ayat 4 huruf (j) yang berbunyi Komposisi personalia pengurus Kabupaten/Kota wajib memperhatikan keterwakilan anggota dari masing-masing jenis dan jenjang satuan pendidikan.
“Ini artinya semua kader terbaik PGRI baik yang berasal dari SD, SMP, SMA/SMK bisa mengisi komposisi personalia Pengurus Kabupaten dalam kerangka Persatuan untuk keutuhan perjuangan PGRI” tegas Sisca sambil menunjukkan AD/ART PGRI.

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: