PendidikanPortal Jateng

‘Jembrung’ Jadi Slogan Pelecut di SMP N 26 Purworejo

Kondisi lingkungan yang bersih, indah dipandang dan tertata rapi di SMP N 26 Purworejo. (Foto : M. Fauzi / Portal Indonesia).

portal-indonesia.com, PURWOREJO – Ketika mendengar atau membaca istilah bahasa jawa “Jembrung”, maka akan terbayang dalam benak kita hal yang buruk atau kotor, karena memang konotasi istilah tersebut berarti kondisi tempat yang serba tidak teratur, tidak terurus, tidak terawat, tanaman dibiarkan tumbuh liar, dan lingkungan terkesan kumuh. Jika istilah itu dialamatkan atau ditujukan secara pribadi, sangat menyakitkan dan sangat sulit hilang.

Namun bagi SMP Negeri 26 Purworejo istilah tersebut justru menjadi cambuk pelecut dan penyemangat bagi warganya untuk menciptakan sekolah yang bersih, hijau, indah dan nyaman bagi yang berada di dalam lingkungan sekolah, baik siang maupun malam hari.

Jembrung adalah akronim dari kata jembatan elegan menuju berkah regenerasi unggul nilai global.

BACA JUGA :   Sispamkota : KPUD Purworejo Digeruduk Massa

Bolehlah diibaratkan jika input siswa dari yang kurang beruntung secara ekonomi, keluarga broken, minim prestasi dan nilai akademik yang rendah, berkumpul di SMP Negeri 26 Purworejo. Kondisi ini tidak menyurutkan semangat para pemangku disekolah ini, dengan Jembrung mereka bekerja tidak kenal waktu mencari berkah dari usaha untuk menghantarkan generasi unggul nilai global.

Kondisi dunia yang sedang dilanda pandemi covid-19 memberi peluang siswa untuk belajar dari rumah (BDR) atau daring, menjadikan sekolah tidak ada kegiatan tatap muka, berdampak urusan kebersihan menjadi tanggung jawab guru dan tenaga kependidikan.

Tiada rotan akarpun jadi, begitu peribahasa lama yang dijalankan untuk mengelola sekolah. Demi mempersiapkan terpenuhinya protokol kesehatan covid -19, lingkungan sekolah disetting lebih menarik, dengan mempercantik lorong, selasar (dooloob), juga warna tembok yang tidak hanya satu warna tapi dibuat kombinasi warna yang memanjakan mata.

BACA JUGA :   Disinyalir Terjadi Penyimpangan, Ormas di Kebumen Sidak e-Warong

Dengan tampilan yang demikin menjadikan para pemangku disekolah akan menyulap istilah jembrung yang beberapa lama telah menghantui dalam pikiran dan menyakitkan hati para pemangku sekolah menjadi lingkungan yang sebaliknya. Kondisi lingkungan yang demikian akan membuat warga maupun tamu akan merasa segar dan menyempatkan untuk berselfie.

Untuk melengkapi pembelajaran, ada penambahan sarana taman tanaman langka dan satwa langka yaitu taman bunga anggrek dan unggas. Pemeliharaan sarana tersebut dilakukan oleh bapak ibu guru sebagai upaya pengalihan kejenuhan dalam kerja dan menambah imunitas tubuh. Lingkungan dengan taman anggrek yang dihiasi bunga-bunga anggrek beraneka warna menjadikan lingkungan jauh dari kesan Jembrung. (Fauzi)

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: