PORTAL OPINI

Saat Pandemi Covid-19, Aktor Pembodohan Terhadap Rakyat Terjadi Lagi di Bireuen

Tidak seharusnya masyarakat itu harus membaca di desa dengan buku, dikarenakan sudah banyak alat – alat yang canggih dikalangan masyarakat, dengan tidak ada perasaan dari kalangan para otak kotor untuk mencari keuntungan dalam pengadaan buku tersebut mengklabui rakyat dalam desa.

Para aktor tersebut lupa membawa otak dan proyek tersebut tidak senonoh dalam kehidupan masyarakat saat ini, sedangkan masyarakat sangat tidak butuh dengan pronyek demikian anggapan kalangan masyarakat itu bukan untuk mencerdaskan masyarakat tetapi hanya kepentingan aktor penjahat untuk bisa mengambil keuntungan dalam pengadaan tersebut.

Tidak salah apa yang dikatakan oleh masyarakat yang dulu ” masyarakat dimanfaatkan untuk mensejahterakan para aktor yang dekat dengan oknum yang berkuasa di daerah dalam pemerintahan .

Seharusnya seperti pengadaan buku tersebut engak usah ada ?

BACA JUGA :   Antisipasi Kebakaran Hutan dan Illegal Loging diwilayah KPH Bondowoso

Rakayat sibuk mencari nafkah untuk keluarganya apalagi kondisi saat ini yang kita lihat di daerah pedalaman masih banyak rakyat yang kurang mampu untuk apa buku tersebut!

Seharusnya uang yang sebanyak itu bisa untuk beberapa tempat tinggal yang masih dibutuhkan oleh masyarat yang belum mampu membuat tersendiri.

Otak pelaku penindasan terhadap rakyat nya di kabupaten Bireuen, mulai berteriak dan mengambil manfaat di atas penderitaan rakyat di kabupaten Bireuen.

Betapa sedihnya terhadap rakyat yang selalu tertipu dengan muslihat oleh para aktor- aktor yang lupa membawa otak, sangat kita harapkan para aktor yang lupa bawa otak tersebut agar Allah memberi panjang umur ” cepat mati ” amin .

Rakyat tidak sempat membaca seperti buku tersebut.

Para penjabat di kabupaten Bireuen seharusnya bukan buku yang harus di bagikan setiap desa tetapi menberi yang bisa di manfaatkan untuk sehari bagi rakyat.

BACA JUGA :   Antisipasi Kebakaran Hutan dan Illegal Loging diwilayah KPH Bondowoso

Kalau Masalah pengadaan buku tersebut sangat tidak bermanfaat bagi rakyat kita di kabupaten Bireuen.
Sia-sia dengan sebanyak itu uang yang di gunakan hanya untuk buku dibagikan setiap desa.

Dipilih oleh rakyat bukan untuk injak rakyat?
Dipilih oleh rakyat bukan untuk membodohkan rakyat?
Dipilih oleh rakyat bukan untuk menipu rakyat?
Dipilih oleh rakyat bukan untuk kepentingan pribadi yang lupa Bawak otak?
Dipilih oleh rakyat untuk membuat yang terbaik baginya?.

Semoga Dengan Sedikit Tulisan ini menjadi renungan untuk kita semua, Terutama kepada pemangku kebijakan dan pemimpin negeri ini dalam mengambil keputusan,

Penulis: Ishaq Yusuf

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: