PemerintahanPortal Jateng

Permohonan PK Camat Puring Ditolak MA, Muntasripah Minta Segera Dilantik Sebagai Sekdes Kaleng

Muntasripah (35) peserta dengan nilai terbaik pada penjaringam Sekdes Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen yang harusnya dilantik sejak lama, namun tertunda lantaran belum turunnya rekomendasi. (Foto : Wahyudin / Portal Indonesia).

portal-indonesia.com, KEBUMEN – Permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Camat Puring terkait polemik penjaringan Sekretaris Desa (Sekdes) Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen ditolak
Makhamah Agung (MA) Republik Indonesia.

Dasar penolakan tersebut, sesuai Surat Pemberitahuan Putusan Peninjauan Kembali dari PTUN Semarang Nomor 143/2018/PTUN.SMG Jo Nomor 50 PK/TUN/2020, yang ditandatangani Panitera Mamik Hermindjaja SH. Keputusan MA ini sekaligus menegaskan, Muntasripah berhak dilantik sebagai Sekretaris Desa Kaleng.

Polemik ini bermula ketika Desa Kaleng terdapat permasalahan terkait penjaringan Sekdes. Saat itu panitia menetapkan Muntasripah sebagai peringkat 1 dalam hasil penjaringan.

Namun, Purnomo warga RT 1 RW 6 Desa Kaleng, Kecamatan Puring yang merupakan peserta Seleksi Penjaringan dan Penyaringan Pengangkatan Perangkat Desa Kaleng menyampaikan permohonan agar hasil seleksi atas nama Mustasripah dibatalkan.

Kemudian melalui Direktur Law Office Legaliter Dr Drs H Muhammad Khambali SH MH, pihaknya melayangkan surat Somasi Nomor 007/Pmh.IX/2018 tertanggal 29 September 2018, Seleksi Sekretaris Desa Kaleng. Surat somasi ditujukan kepada Kades Kaleng dan Camat Puring. Saat itu Camat Puring masih dijabat oleh Drs. Farid Ma’ruf.

Purnomo juga menegaskan apabila tidak bisa diselesaikan di tingkat Kecamatan Puring, maka terpaksa akan membawa ke ranah hukum Pidana dan Tata Usaha Negara (PTUN).

Paska disomasi, Camat Puring kemudian mengeluarkan surat Nomor 141/511.I/2018, perihal Rekomendasi Calon Sekdes itu tertanggal 3 Oktober 2018. Dalam surat tersebut Camat menegaskan memberikan rekomendasi tidak memberikan persetujuan/rekomendasi kepada Muntasripah. Akhirnya karena tidak ada rekomendasi maka Kepala Desa Kaleng pun tidak bisa melantik Muntasripah.

BACA JUGA :   Penemuan Mayat di Sumur Tua Gemparkan Warga Bener Purworejo

Mengetahui hal itu, Muntasripah tidak tinggal diam. Pihaknya mengajukan gugatan kepada Camat Puring ke PTUN Semarang. “Sidang terakhir, PTUN Semarang mengabulkan gugatan kami,” kata Muntasripah didampingi Dede Adi Musrianto sang suami.

Atas Putusan Hakim tersebut, Camat Puring kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) di Surabaya. Hasilnya, putusan Hakim di PTTUN Surabaya sama seperti hasil putusan Hakim di PTUN Semarang.

Tidak sampai disitu saja, usai mengetahui putusan dari Hakim PTTUN Surabaya, Camat Puring kemudian mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

Hasilnya, Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 50 PK/TUN/2020 tanggal 27 April 2020 yang diterima Kepaniteraan Perkara Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarag tanggal 10 Agustus 2020, dalam amar putusannya menolak permohonan Peninjauan Kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali Camat Puring Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. “(Selain itu) Menghukum Pemohon Peninjauan Kembali membayar biaya perkara pada peninjauan kembali sejumlah Rp 2,5 juta,” demikian bunyi putusan MA.

Dari Hasil Putusan Hakim Mahkamah Agung peninjauan kembali (PK) yang di ajukan oleh Camat puring yang di dukung bagian Hukum Pemkab Kebumen ke Mahkamah Agung (MA) telah diperoleh hasil yang tertulis putusanya pada tanggal 11 Agustus 2020 bahwa Hakim Mahkamah Agung memutuskan hasilnya Camat Puring Kembali KALAH dan tentunya Camat puring HARUS memberikan Rekomondasi Kepada Kepala Desa Kaleng untuk segera melantik Muntasripah sebagai Sekretaris Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen.

BACA JUGA :   Ini Orang Pertama di Kebumen yang Punya Uang Pecahan Rp 75 Ribu

Sementara itu Muntasripah mengucap syukur kehadirat Alloh yang maha kuasa karena perjuangannya dalam mencari keadilan sangat panjang dan berat kini do’anya telah dikabulkan oleh Alloh yang maha Kuasa karena Muntasripah telah dinyatakan menang oleh Hakim Mahkamah Agung.

“Alhamdulillah Ya Alloh mengabulkan doa dan usaha kami ini. Dan jujur, saya ingin segera dilantik,” Ujar Muntasripah, Senin (24/8).

Wanita yang kini berusia 35 tahun ini juga mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya dan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dorongan moril sehingga dirinya mampu menjalani proses hukum dalam memperjuangkan sebuah keadilan dari PTUN Semarang hingga berujung ke Putusan Mahkamah Agung dirinya selalu menang.

Terpisah, Camat Puring, Supriadi yang dikonfirmasi menyatakan bahwa pada Senin (24/8) pihaknya akan menanyakan kepada Bagian Hukum Pemkab Kebumen, karena persoalan tentang persoalan Rekomondasi Camat Puring lantaran dirinya jadi Camat Puring mendapatkan warisan persoalan dari Camat terdahulu .

Sedang persoalan Rekomondasi Camat Puring tersebut awal mulanya bukan dirinya yang menjadi Camat di Kecamatan Puring , Camat yang saat awal terjadi persoalan sudah pindah di Kecamatan Mertokondo ,lalu yang berikutnya Camat Puring meninggal dunia dan yang sekarang Camat Supriadi.

Serta persoalan Rekomondasi Camat puring tentang persoalan hukumnya juga sudah di mbil alih penangananya oleh Bagian Hukum Pemkab Kebumen .

Supriadi menyatakan akan secepatnya memberikan jawaban setelah menemui bagian Hukum Pemkab Kebumen. (Wahyudin)

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: