KesehatanPortal Jateng

Mengidap Aneurisme, Guru GTT Ini Butuh Biaya Operasi Rp 300 Juta

YS (26) guru GTT bergaji yang menderita aneurisme dan untuk dioperasi membutuhkan biaya Rp 300 juta.

portal-indonesia.com, KEBUMEN – Seorang guru GTT bernama YS (26)Desa Sadang Wetan, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen diinformasikan menderita penyakit aneurisme sejak tahun 2019. Prihatin dengan kondisi tersebut, Panji, sesama rekan guru GTT melakukan penggalangan dana di jejaring media sosial untuk pembiayaan pengobatan YS.

Saat Portal Indonesia mendatangi rumah YS, yang bersangkutan sedang pergi berobat ke Ngadiluwih, Wonosobo ke tempat orang pintar bersama Sudar ayah YS.

Samin (50) ibunda YS bercerita tentang anaknya yang bekerja di Salah Satu SMP Negeri sebagai guru GTT bahasa inggris sejak 2019. Sakit migrain yang sering dideritanya untuk menyembuhkan rasa sakit YS sering meminum obat yang beli diwarung dengan merek tertentu, lama kelamaan sakit yang dideritanya sering terasa dan berobat ke Puskesmas Sadang tidak ada perubahan.

BACA JUGA :   Diringkus, Pria Ini Ketahuan Curi 3 Unit Handphone Milik Tetangga

Di dapat keterangan pembuluh darah membengkak, lalu mencoba mengobati ke RSUD Sudirman Kebumen dan ke dr. Jumiat ahli syaraf, namun YS yang sekarang jadi tulang punggung keluarga tidak merasakan sakit dan tetap bekerja. Akan tetapi sering mengeluh matanya sakit.

Walau keluarga tahu sakit yang sering diderita anaknya tapi tidak menceritakan atau memberi tahukan ke RT atau pun ke aparat desa.
” Lah aku wong ora duwe ora wani njaluk bantuan ya sukur nek ana wong gelem nulungi aku ro anaku tapi kepriben le males (Lha gimana saya orang tidak punya tidak berani untuk meminta bantuan Gimana ya, sebenarnya kasihan juga),” Ungkap Samin.

BACA JUGA :   Kapolres Kebumen Apresiasi Kepedulian Sosial Terhadap Disabilitas

Sementara itu Rista Setiowati, salah seorang perangkat desa di Sadang baru mengetahui informasi dari media sosial tentang biaya operasi YS  yang mencapai Rp 300 juta.

“Bagaimana mungkin YS yang sebagai GTT bisa membiayai rencana operasi sebesar Rp 300jt di RS Sardjito Yogyakarta,” Bebernya.

Kepala Desa Sadang Wetan,Eko Hadi Saputro akan mendatangi rumah YS untuk mengklarifikasi tentang biaya Rp 300jt. Pihak Pemdes akan membantu dan mengusahakan bantuan serta surat menyurat yang dibutuhkan guna mendapatkan bantuan dari pemerintah ataupun pihak swasta karena Kartu BPJS yang dimiliki tidak bisa mengcover biaya operasi.

Disisi lain, wargapun sudah berinisiatif untuk mengalang dana untuk membantu meringankan beban YS. (Wahyudin).

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: