PemiluPortal Jateng

KPU Purworejo Tolak Perbaikan Dokumen Paslon Independen

Rapat pleno KPU Kabupaten Purworejo, Selasa (28/7) malam

portal-indonesia.com, PUREOREJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, telah selesai melakukan penghitungan dokumen perbaikan dukungan bakal pasangan bakal calon bupati perseorangan atas nama Slamet Riyanto-Suyanto HS. Hasil penghitungan KPU Purworejo menyatakan menolak dokumen.

Penolakan dokumen perbaikan itu diputuskan oleh KPU Purworejo, dalam rapat pleno yang digelar di Ballroom Hotel Plaza Purworejo, pada Selasa (28/7/2020) malam. Sesuai berita acara nomor 50/PL.O2.2-BA/Kab/VII/2020 tentang hasil pengecekan jumlah dan sebaran dukungan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo tahun 2020 masa perbaikan atas nama Slamet Riyanto, SP dan Suyanto HS, dukungan yang diserahkan sebanyak 43.020 dengan hasil dokumen dinyatakan lengkap berjumlah 32.740 dan tidak lengkap berjumlah 10.280.

BACA JUGA :   Dandim Purworejo Sambangi Tokoh Agama Desa Sedayu

“KPU menyatakan bahwa dukungan pada calon perseorangan tidak memenuhi syarat sehingga dokumen dukungan balon perseorangan ditolak,” kata Dulrohim.

Berita acara penolakan telah diserahkan kepada Bawaslu Kabupaten Purworejo, maupun Bapaslon perseorangan, namun Bapaslon menolak menerima karena menganggap KPU tidak transparan. Terkait keberatan yang dilakukan bapaslon, Dulrokhim menyatakan siap menghadapi gugatan sengketa perhitungan dukungan perbaikan, bila bapaslon melakukan gugatan.

“Jika nanti gugatannya dikabulkan oleh Bawaslu, ya tinggal melanjutkan proses berikutnya, yaitu verifikasi administrasi,” ujar Dulrokhim.

Sementara itu, Slamet Riyanto menyatakan keberatan menerima hasil yang penghitungan yang dilakukan oleh KPU Purworejo. Slamet mengaku kecewa lantaran berkas 1 Kecamatan yang terlambat dinyatakan tidak ada oleh KPU. Selain itu, Slamet menganggap pihak KPU tidak transparan karena saksi yang dihadirkan sebagai 32 orang tidak dirinci tiap Kecamatan.

BACA JUGA :   Relawan "AMAN" Selenggarakan Konsolidasi Kordes Se - Dapil 6 Pemalang

“Ada saksi 32 orang, kenapa tidak dirinci secara global? Jadi fungsi saksi itu untuk apa?”, ujarnya.

Atas kekecewaan itu, Slamet berencana akan menempuh jalur hukum dengan cara melaporkan sengketa kepada Bawaslu pada Rabu ini.( Fauzi)

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: