Balada Cinta Ngasiyah Yang Berakhir di Usia 76 Tahun

  • Whatsapp
Ngasiyah (76) warga Kecamatan Ambal, Kebumen yang digugat cerai oleh suaminya. (Foto : Wahyudin / Portal Indonesia)

portal-indonesia.com, KEBUMEN – Semakin usia menua dan sudah lansia, ternyata bukan jaminan dalam mempertahankan sebuah hubungan rumah tangga. Seperti yang dialami Ngasiyah (76) warga Dukuh Krajan RT 03 RW 01,Kaibonpetangkuran, Kecamatan Ambal, Kebumen.

Nenek uzur ini tak pernah menyangka di usia pernikahannya yang menginjak 47 tahun, sekarang di ujung tanduk. Pasaknya, KT (80) suaminya menggugat cerai di Pengadilan Agama Kebumen. Dan pada Kamis (30/7/2020) besok, Ngasiyah harus menjalani sidang gugatan cerai yang dilayangkan suaminya tersebut.

Bacaan Lainnya

Ditemui Portal Indonesia, Selasa (28/7) di Kantor bantuan hukum Teguh Purnomo, Ngasiyah yang diantar oleh Ketua RT di tempat tinggalnya, menceritakan seputar bahtera rumah tangga yang ia jalani bersama KT.

Pada tahun 1971 silam, Ngasiyah mengenal KT pertama kali saat usianya 24 tahun, sedangkan KT berumur 31 tahun. Status keduanya saat itu adalah janda dan duda, sehingga kedua orang tua mereka sepakat menjodohkan keduanya.

Suka dan duka mengiringi perjalanan rumah tangga mereka. Ngasiyah selalu bekerja keras mencari nafkah untuk membantu sang suami. Bahkan bisa dikatakan apa yang sudah terbangun seperti membeli tanah dan tempat hunian merupakan sebagian besar dari hasil jerih payah Ngasiyah.

Hingga usia pernikahan kurang lebih 47 tahun ini, Ngasiyah dan KT tidak memiliki anak. “Sejak menikah saya selalu bekerja dagang, mulai dari pasar Kutowinangun, Ambal, Mirit, Petanahan hingga Kebumen dengan mengunakan sepeda ontel ataupun jalan kaki walau pun tidak dibantu suami yang kerjanya suka main judi”, tutur Ngasiyah.

Bahkan, lanjut Ngasiyah, tanah yang dibeli bersama saat mereka jadi suami istri ternyata oleh KT diberikan kepada saudaranya tanpa sepengetahuan Ngasiyah.

Selain itu suaminya yang gemar berjudi juga menjual tanah sebagian 2.5 x 80 meter yang dikelola oleh Ngasiyah. Hasil penjualan tanah dipakai suami untuk main judi dan akhirnya dijual semuanya. “Setelah menjual tanah, selama 7 hari 7 malam KT tidak pulang tidak tahu kemana”, katanya.

Disharmoni rumah tangga Ngasiyah dan KT mulai renggang sejak Juli 2017. Kedua pasangan lansia ini kerap berselisih dan pada bukan Januari 2018, Ngasiyah meninggalkan rumah tanpa pamit dan ijin kepada suaminya.

Saat ini Ngasiyah tinggal di rumah saudaranya di RT 03 RW 01 Ambalkliwon dan tidak di nafkahi dan diperhatikan oleh suami selama 2.6 tahun.

Menurut informasi yang di dapat, saudaranya membujuk keduanya untuk bersatu kembali. Namun tidak membuahkan hasil. Ngasiyah mengklaim bahwa KT suaminya berencana akan menikah lagi, sementara KT mengaku sudah tidak cocok dengan Ngasiyah hingga kemudian KT yang sudah berumur 80 tahun melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Kebumen. (Wahyudin).

Tinggalkan Balasan