PendidikanPortal Jatim
Trending

Walikota dan Wakilwalikot Malang Dukung Gagasan Pembelajaran System Radio Network

Walikota Malang dan Wakilwalikota. poto-ist

Portal-indonesia.com. – MALANG RAYA, – Adanya gagasan/ide pembelajaran berbasis freq radio (HT), mengingat berbasis online dengan biaya kuoata Internet terbilang mahal ditengah pandemi covid 19 saat ini, yang merupakan salah satu solusi alternatif dan inovatif dalam proses pembelajaran siswa dasar/menengah di kota Malang mendapat respon positif oleh Sutiaji selaku Walikota Malang serta Wakil Walikota, Sofyan Edi Jarwoko (SEJ)

Kepada portal-indonesia.com saat dihubungi pada Minggu siang (26/07 2020) Walikota Malang merespon positif adanya ide dan gagasan tersebut ” Sae Mas” ujar Sutiaji singkat. Sementara itu Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko juga meng apresiasi.

“Ide dan gagasan yang menarik, namun perlu dikaji, baik unsur biaya nya maupun tehnis nya.” ujar Wawali pada hari Sabtu malam (25/07/2020)dirumah dinasnya.

” Untuk siswa tingkat dasar, gaget /hp rata-rata milik orang tuanya, tidak semua anak memiliki untuk dipake pribadi” tambahnya

“Internet gratis untuk belajar bersama dengan pemasangan wifi di pos atau balai RW di perkampungan juga merupakan solusi alternatif juga. Tinggal disesuaikan saja sesuai kebutuhan, baik jangka pendek maupun jangka panjang setelah ada pengkajian” pungkas Sam Edi Sofyan Jarwoko.

BACA JUGA :   Bersama Cawabup Ketua DPC PDI-P, Banyuwangi Kampanye Masker

Sementara itu, Ketua Dewan Pendiri INAKER-Indonesia Bekerja.KRMH Gagoek Kapoet Triana pemerhati soal dunia pendidikan, khususnya di area Malang juga turut memberikan tanggapan positif. “ijin frekuensi tergantung pada negara, dan segala kepentingan yang sangat urgent didalam kelangsungan kualitas pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.Ditengah masa pandemi ini” ucap KDP.

Terkait respon dan dukungan yang sementara ini bersifat moral dari petinggi Pemkot Malang itu. Comandante Caping alias M Safril yang gagasan nya telah dipublis demi kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan wajib belajar siswa dasar-menengah bersedia untuk memberikan presentasi dan penjelasan dihadapan dinas terkait secara rinci dan detail, baik soal jenis perangkat dan tehnis maupun biaya yang perlu dianggarkan.

Menurut Caping, Radio Network Plus plus yakni sekolah tanpa ketergantungan provider Internet yang cenderung kapitalistik.

“Saya rasa pemerintah sudah tahu tentang metode tersebut, tetapi entah kenapa harus tergantung dengan provider GSM yang justru berbiaya mahal?! tanya Caping.Senin (27/07/2020)

BACA JUGA :   Tingkatkan Minat Baca Siswa, MI Al Azhar Hadirkan Bazar Buku

Dirinya juga menyampaikan, bahwa jaringan radio network tersebut bisa digabungkan menjadi satu kesatuan dengan jaringan Internet, makanya dinamakan RADIO NETWORK. dimana frekuensi radio dijadikan transmisi data internet baik berupa image maupun visual, dan ini pasti lbh murah dari memakai system kuota selama ini. Jaringan RT/RW net pun yg digagas beberapa komunitas masih berbasis GSM, tentunya semakin banyak penggunanya/client maka kecepatannya cenderumg menurun dan lemot. berbeda dgn frekuensi radio high (VHF – UHF – HF).

“Jika ada yang butuh untuk presentasikan systimnya, saya siap presentasikan bahkan dengan free… free… (gratis). kata Caping

“Mengenai perangkat keras dan brainwarenya bisa diusahakan sendiri oleh pihak sekolah ” tambahnya.

” Demi perbaikan dan perkembangan dunia pendidikan maka satu dunia milik bersama. Adapun pemikiran dan gagasan adalah milik Tuhan dan kita hanyalah massangernya saja “ujar Caping merendah.
(galih)

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: