PolitikPortal Jateng

Teguh Purnomo : Pilkada Kebumen Belum Usai, Kemenangan Ada di Bilik Suara Rakyat

Ketua Kebumen Lawyer Club (KLC), Dr. H. Teguh Purnomo, SH, M. Hum, M. Kn. (Foto : Wahyudin / Portal Indonesia).

portal-indonesia.com, KEBUMEN – Suhu politik di Kebumen semakin memanas dan ditengarai calon yang sudah ada akan memborong partai pengusung dan Ormas yang ada, seperti NU yang secara aklamasi menjadi garda terdepan untuk kemenangan calon tertentu.

Dari pantauan Portal Indonesia, keterlibatan ormas keagamaan yang selama ini diharapkan netral dalam dukung mendukung calon dan terlibat langsung dalam politik praktis, tentu sebuah kemunduran dalam perpolitikan.

“Para pimpinan parpol yang sampai saat ini tidak atau belum mengusung dan mendukung calon alternatif patut dipertanyakan, ” tandas Ketua Kebumen Lawyer Club, Dr. H Teguh Purnomo SH, M.Hum, M.Kn, Minggu (26/7).

BACA JUGA :   Ini Orang Pertama di Kebumen yang Punya Uang Pecahan Rp 75 Ribu

Teguh yang juga dosen di beberapa perguruan tinggi serta mantan Ketua KPU Kebumen, KPU Jawa Tengah dan Bawaslu Jawa Tengah ini sangat menyayangkan iklim politik yang ada di daerahnya.

“Memang tidak ada larangan, pimpinan parpol ramai-ramai mengusung sepasang bakal calon tertentu, tapi akan lebih baik jika rakyat pemilih diberi alternatif pilihan yang lain, ini akan lebih melegitimasi calon terpilih nantinya,” Ungkapnya.

Dia juga berharap, ormas keagamaan tidak terlibat dukung mendukung, apalagi dilakukan secara fulgar seperti yang dilakukan pengurus NU disebuah lembaga pendidikan STAINU beberapa hari yang lalu.

Lebih jauh diungkapkan Teguh, penundaan pelaksanaan Pilkada dari bulan September ke bulan Desember 2020 yang tidak dibarengi dengan penundaan kesempatan calon perseorangan juga langkah curang dari elit partai yang di amini oleh penyelenggara pemilu yang miskin visi. Isu rekruitmen penyelenggara yang sarat dengan campur tangan ormas keagamaan tertentu dan partai yang berkuasa sudah mulai terjawab dengan fenomena politik dan hukum yang ditampilkan beberapa waktu terakhir ini.

BACA JUGA :   TMMD Bangkitkan Semangat Gotong Royong

“Bisa jadi, secara nyata partai politik dan ormas telah tercerabut dari akarnya, yaitu masyarakat. Jadi jangan heran jika pada saatnya kemenangan pilihan rakyat bukanlah diukur dan dilihat seberapa banyak partai pengusung dan pendukung maupun ormas pendukungnya, kita tunggu peradilan rakyat yang akan diketuk di TPS medio bulan Desember 2020 yang akan datang”, pungkasnya (Wahyudin)

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: