Peristiwa DaerahPortal Jatim
Trending

Korban PRONA 2017 Desa Kertosari Terus Bertambah diduga Pemdes Tutup Mata

Ilustrasi


Portal-indonesia.com, SITUBONDO -Kepemilikan tanah yang berbentuk (sertifikat)adalah keinginan setiap warga Indonesia untuk memilikinya khususnya Masyarakat Desa Kertosari kecamatan Asembagus kabupaten Situbondo untuk menghindari dari sengketa, akan tetapi untuk mendapatkannya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Hal ini dialami Juga oleh pak Ernadi ,”Warga Dusun Belikeran RT/RW 01/06 Desa Kertosari Kecamatan Asembagus Situbondo “menurutnya pengajuan/sertifikat sebidang tanahnya melalui pak Rudi salah satu Kaur Desa Kertosari bagian pemerintahan saat program Prona ,dirinya sudah menyerahkan semua berkas dan sudah membayar apa yang di mintanya dan waktu itu saya ke rumahnya.”

“Semua berkas dan uang biaya sebesar Rp750.000 untuk pengajuan sertifikat tanah, saat itu saya bersamaan denga pak Tres Warga Dusun Belikeran dirinya menyerahkan langsung berkas, Administrasi ke Rudi. Tegas Rudi

BACA JUGA :   Pengadilan Negeri Sidoarjo Mediasi antara Pemilik lahan dengan warga Perum Puri Wardani

Ernadi pun menambah,anehnya “sampai saat ini sertifikat tersebut belum pernah saya terima bahkan dia (Rudi) berjanji dan terus berjanji, padahal sudah lama.

Saya,”sangat kecewa mas dengan sikapnya pak Rudi, ” ungkapnya.

Saat saya menanyakan dan menagih janjinya ke Pak Rudi dia cuek  tak merespon. “Apa karena saya orang miskin dan orang awam ya Mas”. Dengan nada Kesal ke media Portal-Indonesia.com.

“Menanggapi hal tersebut media Portal-Indonesia.com mencoba untuk Klarifikasi ke Kantor Kecamatan Asembagus untuk menemui Camat Asembagus, Andi Jaka Setiyawan, disela-sela kesibukannya di kantor nya Beliau mengatakan “ kami akan menyikapi persoalan tersebut dan kita bisa mengetahui sejauhmana dan apa yang menjadi persoalan dengan warga dusun Belikeran desa Kertosari hingga rame di medsos  terkait proses sertifikat tersebut,”tutupnya

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: