Politik
Trending

Dalam Menentukan Calon, Gus Fauzi Berharap Parpol Tidak Mengedepankan Transaksional

PASURUAN, Portal-indonesia.com – Membahas permasalahan dinamika politik ditengah proses pelaksanaan Pilkada di Kota Pasuruan, Jawa Timur, Gus Fauzi selaku salah satu Tokoh Agama (Toga) berharap kepada para pemangku Partai Politik (Parpol) supaya tidak terlalu mengedepankan sistem transaksional semata.

Karena menurut Gus Fauzi, hal itu nantinya secara kondisional tidak akan menghasilkan seorang calon pemimpin yang betul-betul jujur, adil dan profesional.

Sementara menyinggung terkait belum dikeluarkan sebuah rekom oleh partai, dalam hal ini Gus Fauzi pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Hasanah Tembokrejo Kota Pasuruan menganggap bahwa hal tersebut merupakan suatu kewajaran dan sah-sah saja.

“Untuk masalah rekom saya anggap ini masih biasa-biasa saja, artinya entah sekarang diturunkan atau nanti pada super sekian detik diturunkan itu dinamikanya dan sah-sah saja”. Kata Toga Gus Fauzi, yang juga dikenal sebagai Ketua Alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri di Kota Pasuruan.

Berkaitan dengan kepastian sosok calon pemimpin yang siap di hadirkan pada kontestasi nantinya, menurut kaca pandang Gus Fauzi bahwa ada beberapa partai yang hingga saat ini masih kebingungan untuk mencari sosok yang pas atau sesuai dengan yang diinginkan.

Baik dari segi skil kemampuan secara integritas dan potensi dari masing-masing calon itu sendiri, maupun kesiapan lain dari sisi finansial.

“Makanya sekarang partai lagi bingung menentukan calon yang cocok, dan sebetulnya itu permasalahan simpel. Karena politik ini kita tahu tidak per jam, tapi per detik. Kita ingat ketika seorang Mahfud MD yang sudah pakai jas dan dipanggil untuk menjadi Wakil Presiden, ternyata gagal total dan itu dalam hitungan jam”. Ungkapnya Gus Fauzi, saat dikonfirmasi langsung disebuah warung kopi pada Kamis (23/7) malam.

BACA JUGA :   Bupati Ipong Sambati Komisi V DPR RI

Sehingga kondisi itu kata Gus Fauzi secara tidak langsung menimbulkan suatu ketidak nyamanan, kegelisahaan serta rasa kurang percaya diri dari pihak para bakal calon yang ada.

“Sementara yang menjadi polemik, justru dilingkungan para calon yang sudah sedemikian rupa mempersiapkan diri agar bisa mendapatkan rekom. Supaya nantinya mereka (bakal calon) bisa berjalan dengan tenang”. Tambah Gus Fauzi.

Dirinya juga tidak menampik, bahwa istilah bahasa mahar pun terkadang kerap dijadikan tumpuan utama atau dibuat sebagai ajang transaksional didalam pemberian rekom terhadap calon yang diusung.

“Istilahnya disini yang namanya mahar itu menurut saya tetap ada. Mungkin dari sisi itulah yang menjadi sedikit keberatan bagi calon, baik yang dari internal Kader maupun dari luar. Mungkin kalau itu memang ada, ya mbok sedikit lebih diringankan, atau kalau bisa jangan sampai di transaksionalkan”. Ujarnya.

Menanggapi adanya sejumlah nama bakal calon yang muncul dari luar daerah, secara rasional Gus Fauzi sangat dengan Kota Pasuruan. Karena hal tersebut juga merupakan bentuk dari demokrasi.

BACA JUGA :   Pilwali Pasuruan, Ketua Tim Pemenangan "Tegas" Ajak Semua Pihak Kompetisi Secara Sehat Dan Substantif

“Jika memang ada banyak tokoh dari luar kota tertarik untuk berkompetisi di Pilwalkot Pasuruan, itu sah-sah saja. Dengan positif thinking bahwa memang Kota ini mungkin ada daya tarik tersendiri dan kebanggaan jika menjadi orang nomor satu di sini”. Tuturnya.

Akan tetapi kalau dipandang dari sisi yang lain, justru menurut Gus Fauzi kondisi itu menunjukkan warga atau masyarakat sudah dianggap tidak mampu untuk memimpin daerahnya sendiri.

“Berarti ini menunjukan bahwa Kota Pasuruan bukan lagi menjadi kandang macan yang di segani, sehingga warga dari luar tidak sungkan untuk mencoba berkompetisi di sini. Inilah dinamika politik yang saat ini bergulir di Kota ini”. Tegasnya.

Maka dari itu, Ia berharap agar seluruh partai khususnya yang ada di Kota Pasuruan untuk bisa memprioritaskan calon pemimpin diambil dari internal. Baik internal secara Kader, maupun internal warga atau masyarakat Kota Pasuruan.

“Harapan saya partai-partai yang sekarang belum merekomendasi calonnya, jangan lagi membahas masalah mahar atau ongkos yang dirasa membebani calon pelamar yang akan menumpang kendaraan mereka (partai)”. Pungkasnya Gus Fauzi. (Ghana HM)

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: