Portal Jateng

Tanpa Alasan Yang Jelas, Seorang Warga di Purworejo Ditolak RS Panti Waluyo

Rumah Sakit Panti Waluyo Purworejo. (Foto : M. Fauzi / Portal Indonesia).

portal-indonesia.com, PURWOREJO – Siapa saja manusia kalau sakit pasti ingin sembuh. Tetapi nasib pilu dialami oleh Nuraisah (36) warga Desa Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang dalam kondisi tidak bisa berjalan ingin berobat supaya sembuh akan tetapi malah ditolak oleh oknum dokter di rumah sakit Panti Waluyo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada 16 juli 2020 kemarin.

Diceritakan Nuraisah, kejadian itu berawal pada hari Senin tanggal 13 juli 2020 pukul 15.00 WIB dia beserta suami dan keluarga datang ke Rumah Sakit Panti Waluyo Purworejo, untuk memeriksakan keluhan sakit yang dirasakannya paska bersenggolan dengan sepeda motor beberapa waktu yang lalu.

“Setibanya di rumah sakit saya sempat menunggu beberapa waktu dan akhirnya di tangani oleh dr. Joko serta asistennya, karena melihat kondisi saya yang tidak kuat berdiri maka dr. Joko menyarankan saya untuk melakukan rontgen,” terangnya, Rabu (22/7).

BACA JUGA :   Bocah 13 Tahun Juara Pocil Surati Kapolres Purworejo

Kemudian setelah rontgen di lakukan ia kembali menemui dr. Joko dan asistennya, lalu menyuntiknya sambil mengatakan untuk kembali lagi kontrol pada tanggal 20 juli 2020 sekalian ambil hasil rontgennya.

“Asistenya dr. Joko juga bilang tetapi tiga hari kedepan bila tidak ada perubahan menyarankan saya untuk kembali periksa dan langsung masuk IGD supaya langsng ada tindakan,” ungkap Nuraisah.

“Karena tidak ada perubahan maka pada hari Kamis sore tanggal 16 juli 2020 saya kembali lagi datang ke Rumah Sakit Panti Waluyo dan langsung masuk IGD sesuai arahan asisten dr. Joko dengan kondisi saya yang kesakitan. Saya sempat menunggu waktu agak lama di karenakan IGD sedang melakukan tindakan Pasien yg sedang darurat kata perawat disana,” imbuhnya.

Lebih lanjut Nuraisah menceritakan, setelah menunggu beberapa lama doter di IGD yg bernama dr. Agus datang dan melakukan pemeriksaan hasil rontgen.

“Tetapi setelah membaca hasil rontgen, dr. Agus menyatakan kalau saya tidak sakit apa-apa, padahal saya untuk duduk dan berdiri saja tidak kuat kenapa dr. Agus bisa bilang kalo saya tidak sakit apa-apa. “Selanjutnya dr. Agus menyuruh saya untuk pulang tanpa ada tindakan apa-apa dari Rumah Sakit, saya pun akhirnya pulang dengan menahan rasa sakit yang teramat,” jelasnya.

BACA JUGA :   Disela-sela Istirahat, Serda Sugianto Berikan Pemahaman TMMD Kepada Masyarakat

Nuraisiah berharap dan meminta Pemerintah terkait untuk menindak manajemen Rumah Sakit Panti Waluyo,supaya tidak ada lagi pasien yang ditolak Rumah Sakit

“Karena orang yg datang ke rumah sakit itu untuk berobat dan berharap sembuh, bukan untuk di biarkan terlantar tanpa pemeriksaan sama sekali,” pungkasnya.

Di tempat terpisah pihak Rumah Sakit Panti Waluyo saat di konfirmasi, Widiya Kepala Humas RSU Panti Waluyo menyampaikan, Permasalahan ini akan jadi perhatian pihaknya.

“Jadi permasalahan ini kami tampung dulu nanti kami bawa ke menejemen dulu mungkin nanti dari situ baru baru paham”, ucap Widiya.(Fauzi)

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: