Portal Jatim

Ormas DPC Pospera Kota Pasuruan Netral Pada Pilkada 2020

Rapat Konsolidasi Ormas (Organisasi Kemasyarakatan) DPC Pospera (Posko Perjuangan Rakyat) Kota Pasuruan, Jawa Timur

PASURUAN, Portal-indonesia.com – Guna memantapkan tugas dan tanggung jawab di jajaran internal pengurus dan juga anggota, Ormas (Organisasi Kemasyarakatan) DPC Pospera (Posko Perjuangan Rakyat) Kota Pasuruan, Jawa Timur menggelar rapat konsolidasi pada Sabtu (18/7) sekira pukul 18.00 wib.

Melalui rapat konsolidasi yang dilakukan, dalam hal ini pihak DPC Pospera Kota Pasuruan membahas 3 hal untuk tujuan ke arah yang lebih baik dan agar tetap solid.

Berikut 3 hal yang masuk dalam pembahasan bersama, diantaranya yakni mengenai pemenuhan struktur di tingkat Ranting. Yang mana saat ini masih mencapai 8 Ranting, dari 34 Ranting atau Kelurahan di 4 Kecamatan yang ada karena musim pandemi Covid 19.

Lalu peningkatan terhadap program kerja tentang kegiatan sosial masyarakat, khususnya selama di musim pandemi Covid 19. Serta menjaga dan menjunjung tinggi netralitas dalam menghadapi kontestasi Pilkada 2020, khususnya di Kota Pasuruan.

“Kalau ditarik kesimpulan, tadi ada tiga (3) hal yang masuk dalam pembahasan. Pembahasan pertama terkait pemenuhan struktur sampai ke tingkat ranting, kita terhambat karena Covid setelah Rakercab pada November 2019 lalu”. Kata Indra Wibisono, selaku Ketua DPC Pospera Kota Pasuruan.

Dimana rapat tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus dan anggota, mulai dari Ketua Ranting, Ketua PAC, Srikandi dan juga Ketua DPC Pospera Kota Pasuruan itu sendiri beserta jajaran anggota lainnya.

BACA JUGA :   Mandi di Laut, Bocah 4 Tahun Ini Ditemukan Tewas Mengambang

Sementara menyinggung masalah dinamika politik saat menjelang Pilkada, Indra Wibisono juga menegaskan bahwa Ormas DPC Pospera tetap dijalur tengah. Yang artinya pihak Pospera tidak berpihak pada salah satu kandidat atau Paslon tertentu, melainkan pada posisi netral.

Sementara mengenai adanya sebuah dukungan yang datang dari person atau pribadi daripada anggotanya kepada para calon kandidat, Indra juga menjelaskan bahwasanya hal itu merupakan suatu demokrasi sebagai warga negara.

“Terkait Pilkada, Pospera tetap berada ditengah-tengah dan tetap bersama rakyat. Silahkan bagi siapapun, ketika ada suatu perbedaan dalam pilihan, itu sah-sah saja dan itu sebuah demokrasi. Yang terpenting ketika memilih seorang Pemimpin, itu harus yang berkwalitas”. Tegasnya.

Indra juga meminta kepada para elit politik supaya tidak menggadaikan hak rakyat dengan cara memperjual-belikan sebuah rekomendasi kepada calon kandidat yang tidak berkwalitas dan Jangan gadaikan hak rakyat.

“Harapan Pospera, jangan sampai rekom itu diperjual-belikan. Sehingga Pemimpin yang dipilih oleh masyarakat, betul-betul sosok Pemimpin yang sesuai dengan ekspektasi atau suatu harapan yang sesuai dengan yang diinginkan oleh rakyat”. Pungkas Indra.

Hal senada juga disampaikan oleh Abd Mujib atau yang akrab dengan nama panggilannya Mujib Ivo, dalam hal ini selaku masyarakat yang juga ikut dalam rapat dengan kapasitasnya sebagai tamu undangan mengatakan.

BACA JUGA :   Langgar Protokol Kesehatan , Ratusan Pengendara terjaring tim Covid Hunter Waru

“Terkait Pilkada, secara kelembagaan memang kita semua bisa satu barisan. Tetapi masing-masing personal kita berwarna namun satu suara, yang tak lain ingin Pasuruan sejahtera dan itu mencakup secara keseluruhan”. Ujarnya.

Mujib Ivo juga menambahkan, bahwasanya masyarakat sebagai pemilih tentu harus lebih cerdas didalam menentukan sebuah pilihannya. Bahkan menurutnya, seorang Pemimpin yang baik adalah mereka yang lebih mengedepankan sifat peduli terhadap semua hal.

“Untuk itu, jadilah kita sebagai seorang pemilih yang cerdas. Saya yakin nantinya juga akan menghasilkan seorang Pemimpin yang cerdas pula, dan intinya memiliki jiwa kepedulian yang tinggi. Disini para calon semuanya saya yakin yang terbaik, namun belum tentu masing-masing memiliki jiwa peduli secara global”. Imbuhnya Mujib Ivo.

Sementara sebuah harapan juga datang dari kaum Ibu-ibu yang tergabung didalam Srikandi Pospera Kota Pasuruan, yakni Masadah. Dimana kaitannya dengan adanya perbedaan sebuah pilihan, Dirinya berharap agar kondisi itu tidak menimbulkan suatu perpecahan dan permusuhan.

“Terkait beda pilihan boleh-boleh saja, tentunya kita harus selalu hidup rukun satu dengan yang lain. Kalau boleh usul kepada partai politik, misalkan sosok perempuan bisa diusung untuk menjadi calon wakil walikotanya saya rasa itu lebih dinamis”. Ungkapnya Masadah, mewakili suara Srikandi. (Ghana HM)

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: