Portal Jatim
Trending

PDAM Kota Malang Tidak Melakukan Kenaikan Tarif Sejak 2017

 Suasana Loby kantor PDAM Kota Malang/Galih-portal_indonesia

Portal-indonesia.com.- MALANG RAYA,- Banyak warga masyarakat salah kira atau mis persepsi yang menduga jika pihak PDAM telah melakukan kenaikan tarif.

Mereka dikejutkan saat pembayaran tiba-tiba ada peningkatan signifikan.

Sehingga pihak PDAM perlu memberikan penjelasannya kepada warga masyarakat yang jadi pelanggan.

Sejak tanggal 1 Juli 2020.Pihak PDAM Kota Malang menerima banyak pengaduan terkait pemakaian air yang meningkat.

Menurut Kabag Humas PDAM,sebenarnya hal tersebut merupakan dampak dari pencatatan meter mandiri yang diterapkan pihak PDAM sejak akhir Maret hingga Mei 2020 selama pandemi covid 19.

“Selama periode catat meter mandiri PDAM Kota Malang,bahkan sosialisasi melalui sosial media terkait jadwal catat per bulan masing- masing kelurahan.” ujar Neni kepada Portal-indonesia.com.Selasa (14/07/2020)

Ditambahkan olehnya, bahwa mungkin tidak semua pelanggan melakukan Catat meter mandiri.(selama pandemi covid 19,tidak ada petugas pencatatan meter dilapangan yang mendatangi rumah-rumah pelanggan).Namun bagi pelanggan yang tidak melakukan catat meter mandiri,pihak PDAM menerapkan kebijakan berupa penghitungan jumlah pemakaian dalam pemakaian rata-rata dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

BACA JUGA :   Forkompimda Kota Malang Terapkan Sangsi Bagi Yang Tidak Pakai Masker Dalam Gelar Operasi Yustisi

“Banyaknya pengaduan terkait pemakaian meningkat itu sebab adanya kenaikan pemakaian (penggunaan air kontinuitas,untuk cuci tangan ,mandi dan lain sebagainya selama epidemi ini) pada periode Maret – Mei 2020 yang nilai rata-rata setelah dihitung ternyata lebih rendah dari pemakaian rill/nyata pelanggan yang terakumulasi di bulan Juni,dan ketika petugas kami melakukan pencatatan keliling untuk menjadi tagihan bulan Juli 2020.” jelas Kabag Humas itu.

Kabag Humas tersebut juga menceritakan soal salah persepsi warga masyarakat manakala melintas disalah satu pemukiman kampung,dirinya mendapati kran air mengalir hingga meluber di ember disalah satu teras rumah pelanggan ,dan dirinya mencoba memberi tahu .Tapi justru mendapatkan jawaban yang kurang pas ” Gak apa-apa mbak,wong kata pemerintah sejak bulan ini gratis kok ” ucap seorang ibu-ibu.Dengan demikian,perilaku pelanggan pada pemakaian air yang kurang berhemat atas penggunaannya secara umum sangat mempengaruhi jumlah hitungan pembayaranya.

BACA JUGA :   Sahabat Hulk All Out, Siap Menangkan Paslon Giat Dengan 80 Persen Suara

Menurut Neni,perlu diketahui pelanggan, proses penggunaan hingga pembayaran. Yakni Proses Pakai – Catatan Meter kubik air – Rekening – Bayar. Jadi pelanggan menggunakan air setelah itu ada catatan meter kubik air sesuai pemakaian , kemudian diproses oleh internal PDAM untuk menjadi rekening pembayaran sesuai jumlah hitungan ,untuk selanjutnya pelanggan wajib membayar melalui loket pembayaran atau melalui pihak yang ditunjuk.

Dirut PDAM beberapa waktu lalu,Muhammad Nur Muhlas menyampaikan jika adanya kenaikan dan tidaknya soal tarif itu bukan ranahnya PDAM, namun merupakan kewenangannya pihak Pemkot Malang selaku lembaga eksekutif.
(galih)

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: