Portal Jateng

Tolak RUU HIP, Aliansi Pembela Pancasila Kebumen Audiensi dengan DPRD

Ribuan massa dari Aliansi Pembela Pancasila Kebumen berorasi menolak RUU HIP di depan gedung DPRD setempat, Minggu (12/7). (Foto : Wahyudin / Portal Indonesia).

portal-indonesia.com, KEBUMEN – Ribuan massa yang mengatasnamakan Aliansi Pembela Pancasila Kebumen mengadakan gerakan dan orasi di depan gedung DPRD Kebumen, Minggu (12/07/2020). Massa berkumpul di depan gedung haji berjalan dengan rapi dan tertib dengan dikawal oleh seluruh elemen keamanan TNI, Polri dan Satpol PP Kebumen menuju ke depan kantor DPRD setempat.

Dalam orasinya yang disampaikan dari gabungan elemen masyarakat, organisasi masyarakat nasionalis, organisasi keagamaan, pondok pesantren, tokoh masyarakat, tokoh purnawirawan TNI dan tokoh lapisan masyarakat, menyatakan sikap menolak Rancangan Undang Undang Halauan Idiologi Pancasila (RUU HIP).
Pancasila sebagai idiologi bangsa sumber dari segala sumber hukum di Indonesia tidak boleh dikerangkeng justru setiap Undang-undang wajib dijiwai pancasila.

RUU HIP menyerahkan penafsiran tunggal pancasila oleh pemerintah presiden, dengan Undang undang idiologi Pancasila ini seorang presiden bisa menyatakan yang pancasilais atau tidak, RUU HIP membawa misi melemahkan ajaran agama dengan mengganti Ketuhanan Yang Maha Esa dengan Ketuhanan Yang berkebudayaan, Maka ketuhanan yang tidak sesuai dengan kebudayaan akan ditolak di Indonesia justru yang harus ditolak yang sebaliknya RUU HIP mau menempatkan manusia di atas Tuhan, Bahkan RUU HIP berusaha melemahkan, bahkan mengganti Pancasila dengan Tri Sila, Sosio nasionalisme, Sosio demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan, bahkan akan menjadi Eka sila, Gotong royong dimana hal ini bertentangan debgan konsensus para pendiri bangsa. RUU HIP disinyalir kuwat membawa agenda komunisme dengan dimasukanya Tap MPRS No. XxV/1966 sebagai pertimbangan kosideran. RUU HIP menjadikan bangsa indonesia menjadi makalar, bahkan memberi ruang untuk paham komunisme jika pancasila diganti tri sila ataupun Eka sila.

BACA JUGA :   Pra TMMD 109 Purworejo, Dua Alat Berat Diturunkan

RUU HIP jelas merupakan rancangan undang undang yang sangat kontroversial dan akan menimbulkan kekisruhan dan permasalahan dalam kehidupan ber negara, penolakan luar biasa dari elemen masyarakat seluruh Indonesia, masih banyak RUU HIP masih banyak lagi persoalan baik secara politik, pendidikan dan Ekonomi.

Dalam orasi tersebut perwakilan dari Aliansi Pembela Pancasila Kebumen meminta supaya ketua DPRD Kebumen memperkenankan 10 perwakilan untuk masuk kedalam guna menyampaikan aspirasinya dan massa tetap bertahan di luar sampai ke 10 orang perwakilanya selesai dalam negoisasi di dalam gedung DPRD.

Dari ke 10 orang perwakilan yang masuk dalam gedung DPRD adalah Mujiono, Usy Yunus, Nasrul, Abul Cholik, Puji, Fahri Faruf, Riyanto, Winarti, Amin dan Solihin. Mereka diijinkan masuk dan ditemui oleh Pimpinan DPRD kebumen Sarimun dan perwakilan dari Ketua ketua Fraksi Bambang Sutrisno Fraksi PDIP, Suyitno Fraksi PPP, Cholil Fraksi Golkar, Ristanti dan Agus dari Fraksi PKS dan Sumarno dari Fraksi PKB.

Tuntutan Aliansi Pembela Pancasila Kebumen ada 3 Tuntutan Rakyat (TRITURA), yakni :
1. Menolak RUU HIP, Menuntut agar RUU HIP dicabut dari program legislasi nasional RI bukan hanya di tunda, Harus dihentikan.
2. Menolak seluruh RUU yang memiliki subtansi sama dengan RUU HIP dengan nama apapun.
3.Mendesak aparat penegak hukum supaya bertindak tegas upaya makar yang dilakukan oleh oknum oknum yang ingin melemahkan ataupun mengganti pancasila sebagai dasar negara.

BACA JUGA :   Bocah 13 Tahun Juara Pocil Surati Kapolres Purworejo

Ketua DPRD kebumen Sarimun mengapresiasi gerakan masyarakat ini dan akan langsung disampaikan ke DPR RI secepatnya atau akan langsung dibawa ke DPR RI secara pribadi di Jakarta.

Semua dari ketua fraksi yang datang menyetujuinya bahkan mendukung untuk mengusulkan dan menolak tegas di DPR RI dan akan mengawal sampai RUU HIP dicabut, dan dari Aliansi Pembela Pancasila supaya diperkenankan ada yang ikut, bukan hanya ketua DPRD-nya saja yang ke Jakarta, perwakilan ini minta dibiayai pakai anggaran dana DPRD.

Namun disampaikan pula anggaran DPRD Kebumen habis untuk penanganan COVID -19 dan akhirnya diputuskan tetap akan diusahakan perwakilan Aliansi Pembela Pancasila berangkat dengan dana patungan dari anggota dewan Kebumen. Adapun perwakilan akan diwakili oleh Mujiono dan Solihin.

Ditempat yang sama juga ditanyakan oleh Usy Yunus kenapa Fraksi Gerindra, PAN, Demokrat dan Nasdem tidak hadir di acara audensi ini yang sudah diagendakan lama. Permohonan maaf juga disampaikan Ketua DPRD Kebumen untuk ketua fraksi yang tidak hadir tanpa alasan yang pasti. (Wahyudin).

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: