Demi Keluarga, Pedagang Asongan Sudah Berumur Ini Tak Kenal Lelah

Sumaji pedagang asongan

BANYUWANGI – portal-Indonesia.com – Hidup adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Sesulit apa pun hidup yang dijalani.

Seperti hidup yang dijalani oleh Sumaji pedagang asongan berumur 60 tahun. Teriknya matahari dan derasnya air hujan tidak menghalanginya berjualan asongan aneka panganan dan minuman ringan di halaman Pom yang ada di wilayah Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi

Bacaan Lainnya

Ia mengambil pilihan itu untuk menghidupi dirinya, istri dan kedua orang anaknya. Setiap hari tanpa pernah libur, dia menggotong gendongan yang berisi makanan ringan yang mereka bawa

Ia berjalan dari Rumahnya hingga tempat biasa dia mangkal untuk menjajakan daganganya. Mereka memulai berdagang dari pukul 6 pagi sampai pukul 8 malam. Sepanjang hari Ia tanpa pernah lelah, berteriak menawarkan semua barang yang ia jual.agar bisa dibeli orang

Tidak sedikit pun ia tunjukkan murung selama ia berjualan. Senyum bersahaja merupakan ciri khas dari Sumaji

Pria yang berasal dari Desa Bajulmati RT 003 kecamatan Wongsorejo ini sudah berjualan asongan sekitar 10 tahun lamanya dan memilih berdagang asongan, karena tidak ada pilihan lain untuk bekerja, namun selama pandemi covid-19 Ia sudah tiga bulan dirumah saja, sementara mereka belum pernah menerima bantuan apa apa dari pemerintah maupun Dari pemerintah Bajulmati, ucapnya pada saat di konfirmasi Ditempat jualannya di Pom Alaarejo wongsorejo, 10/07/2020.(siang)

Ia memulai usaha dengan modal Rp300 ribu untuk membeli dagangannya. Seharinya Sumaji bisa menggumpulkan Rp50-70 ribu. Tentunya mesti ia sisihkan untuk dua anaknya yang masih sekolah di kampung.

Bagi Sumaji, pendidikan ialah segalanya. Ia tidak ingin mengalami nasib anak-anaknya seperti dirinya yang hanya tamatan sekolah dasar, karena kesulitan biaya dari orang tua saat ia kecil.

Sekarang dia memfokuskan sekali untuk anaknya minimal lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Hasratnya ini sekaligus mentuntaskan cita-cita.

MasihbSumaji berharap anak-anak bisa membantunya untuk mencari uang, membantu dirinya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

Ancaman ditangkap Satpol PP telah menjadi bagian hidupnya dia selama berdagang asongan. “Iya mas ditangkap satpol PP mah udah sering , kadang malah suka kejar-kejaran kayak kucing sama tikus,” ujar Sumaji dengan logat khas Jawa

Ia juga mengatakan bahwa hidup di zaman sekarang serba susah. Berdagang asongan saja tidak cukup. Bahkan ia rela berkerja apa pun sekalipun hanya menjadi tukang bersih-bersih kamar mandi, yang terpenting halal dan cukup untuk menghidupi keluarganya dan membiayai anaknya sekolah.

Ditanyai soal harapannya terhadap pemerintahan sekarang,Sumaji sebenarnya tidak terlalu berharap lebih. Bagi dia, Satpol PP tidak merazia saja suduh cukup baginya.

Namun demikian, ia masih berharap Pemerintah bisa lebih peduli terhadap pedagang asongan seperti dia dan kawan-kawan pedagang asongan lainnya. Seharusnya pemerintah juga bisa memperhatikan pedagang-pedagang asongan dan memberikan modal kepada mereka.

“Ya agar mereka bisa hidup lebih layak selayaknya orang-orang,lain Imbuhnya(Kur)

Tinggalkan Balasan