Simbol Sosialisasi New Normal, Pemalang Gelar Pertunjukan Wayang Kulit

  • Whatsapp
Pagelaran wayang kulit yang digelar di Dukuh Sirau, Kelurahan Paduraksa, Kabupaten Pemalang (4/7) . (Foto : A’idin / Portal Indonesia)

portalindonesia.com, PEMALANG –
Sebagai wujud eksistensi para pegiat seni serta mensosialisasi tatanan kehidupan baru (New Normal), Paguyuban Lintang Kemukus menggelar acara wayang kulit semalam suntuk.

acara wayang kulit di gelar pada hari Sabtu (4/7/2020) di Dukuh Sirau, Kelurahan Paduraksa, tepatnya di halaman rumah Andi Rustono selaku ketua Paguyuban Lintang Kemukus Pemalang Provinsi Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Pagelaran wayang kulit bersama dalang kondang Indonesia Ki Mangun Yuono S.Sn.beserta crew karawitan yang berjumlah 35 orang lebih membuat para penonton khususnya pecinta seni wayang kulit takjub dan terpukau, walaupun di batasi dengan protokol kesehatan acara khidmat dan sangat semarak.

Acara di hadiri oleh Satuan Kerja Pemerintah Daerah/SKPD beserta Drs.Tetuko Raharjo, M.Si selaku Juru bicara/Jurbir dari Ketua gugus tugas (Covid-19) dan para Kepala Desa Se Kabupaten Pemalang.

Acara pakeliran yang tidak padat ini di lakukan Ki dalang Mangun Yuono S.Sn dengan lakon ‘ahyu Katentreman’.

Menurut Andi Rustono, acara ini di gelar sebagai wujud ungkapan atau eksistensi para pegiat seni yang ada di Kabupaten Pemalang serta mensosialisasi kan Perbub nomor 29 tahun 2020 , pengganti Perbub 28 tahun 2020 tentang penataan tatanan kehidupan baru atau New Normal.

Dalam sambutannya Andi Rustono adalah menyinggung tentang patuhnya para pegiat seni di Pemalang terkait dengan semua aturan Pemerintah, Namun sisi lain para seniman ini juga butuh penghidupan,
Kami sangat takut dengan Corona, kami siap patuhi protokol kesehatan.tapi beri ruang waktu kami untuk berkiprah, Kata Andi Rustono kepada awak Media.

Hal senada di ungkapkan oleh Ki dalang Mangun Yuono , selama kurun waktu 3 bulan kami mandeg tiarap dan ini juga di alami para pegiat seniman semua.berapa tempahan yang harus kami batalkan, Dengan terbitnya Perbub nomor 29 tahun 2020 ini angin segar bagi kami selaku pelaku seni, walaupun masih ada pembatasan, Ungkapnya,(A’idin)

Tinggalkan Balasan