Pilkada di Bilik Masker Hasilkan Pemimpin New Normal

  • Whatsapp

Kalau ada niat semua yang sukar bisa dilakukan, sebaliknya kalau tidak niat sesuatu yang mudah sekalipun akan terasa sangat sukar. Nasehat bijak ini menjadi hal yang harus kita renungkan bersama, dimana saat ini kita sedang berjalan menuju tataan kehidupan normal baru atau New Normal.

Ketika kemarin kita telah menjalani Ibadah Puasa dan Idul Fitri dimasa-masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semua berjalan dengan status “di rumah aja”.

Bacaan Lainnya

Tidak lama lagi, kita pun akan menjalani Bab baru yang disebut New Normal. Masa dimana kita akan diantarkan pada status ‘Masker ku menyelamatkan mu, masker mu menyelamatkan ku.’ Ya, benar. Status dari nasehat bijak Juru bicara Gugus Tugas Nasional Penangan Covid-19 Indonesia, Achmad Yurianto.

Masker dan New Normal. Masker dalam semua aktivitas dan kehidupan sosial. Yah, hidup harus tetap berjalan dan jarum jam tidak akan berhenti berputar sekalipun bayang-bayang Covid-19 menghantui.

Dan masker pun akan hadir dalam kelangsungan politik, bahkan di tengah pelaksanaan Pilkada serentak di 270 daerah pada 9 Desember 2020 mendatang. Masker diprediksi masih tetap hadir menjadi saksi pemilihan kepala daerah di Indonesia.

Realita Politik Masker hingga Pemilu di Bilik Masker, akan menjadi sesuatu yang akan kita temui nanti.

Dimana sosialisasi para peserta calon Kepala Daerah, akan diwarnai dengan kehadiran masker bergambar dan nomor urut pasangan calon sebagai alat sosialisasi. Hingga di masa-masa kampanye politik, kita tidak lagi hanya menemui baju kaos bergambar pasangan calon yang akan dibagikan sebagai alat kampanye. Tetapi kita akan menemukan pembagian masker-masker yang juga bergambarkan pasangan calon Kepala Daerah.

Pilkada serentak di tahun 2020, diprediksi membutuhkan biaya angaran tambahan hingga Rp535 miliar. Penambahan anggaran yang salah satunya diperuntukkan bagi pembelian masker untuk pemilih yang akan dibagikan oleh petugas pemilihan umum, saat pemilihan serentak berlangsung.

Hal yang wajar, mengingat Indonesia masih menjadi negara yang setia terhadap pelaksanaan pemilu manual. Pemilu manual, pemilihan umum yang penuh ceritanya. Walaupun sesungguhnya saat ini, setidaknya sejak pandemi covid-19 hampir seluruh penduduk Indonesia mulai terbiasa dengan teknologi.

Tetapi kita tetap saja masih belum mampu untuk maju, dengan melakukan pemilu melalui Pencoblosan Elektronik ala Amerika Serikat. Di Amerika Serikat sendiri pemilu dengan menggunakan mesin pemilihan elektronik sudah dilakukan sejak tahun 1990 an.

Kita tinggalkan Amerika Serikat, kembali kepada masker. Kepedulian calon Kepala Daerah terhadap kesehatan masyarakat, dipastikan menjadi trending jualan politik yang sangat laku. Alih-alih menjaga kesehatan masyarakat, saweran masker pun akan dibagi-bagikan. Sembari berpesan
“Masker ku menyelamatkan mu, masker mu menyelamatkan ku.” dan “Tetap gunakan masker dan jaga jarak,”

Coba kita renungkan seksama dan berulang-ulang kalimat ‘Masker ku menyelamatkan mu, masker mu menyelamatkan ku.’ Seumpama seorang calon Kepala Daerah berkata demikian kepada kita di masa kampanye?

Mungkin kita akan menemukan makna, Masker ternyata telah dipercaya juga mampu menyelamatkan calon Kepala Daerah untuk menang dalam Pilkada. Yah, inilah gambaran kondisi Pilkada serentak 2020 mendatang, Pilkada di masa New Normal. Pilkada yang juga diragukan banyak tokoh-tokoh nasional akan sangat rawan kecurangan berbagai masalah lain nya.

Pilkada serentak 9 Desember 2020 atau yang disebut Pilkada New Normal. Bagi saya pasti akan menghasilkan Pemimpin New Normal juga. New Normal sendiri dikutip dari Wikipedia memiliki arti Kenormalan baru terkadang juga disebut kewajaran baru atau kelaziman baru.

Yang jika kita artikan Pemimpin New Normal adalah Pemimpin Yang Aneh atau tidak sewajarnya. Pemimpin tingkat kenormalan nya baru atau Pemimpin yang tingkat kewajaran nya baru atau Pemimpin yang tingkat kelaziman nya baru.

Selamat datang New Normal, Selamat datang Pemimpin dengan penuh keanehan hasil Pilkada New Normal.

Ditulis oleh : Edyson E Purba
Jurnalis dan Konsultan Media Asosiasi Media Siber Indonesia.

Tinggalkan Balasan

6 Komentar

  1. Cerdas, menginspirasi dan mereferensi nih, harus bersiap” untuk buat usaha masker politik ini. Peluang bgt nih…. buat bantu menciptakan pemimpin new Normal.
    Thanks Gaes….

  2. Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 menjadi tantangan demokrasi tersendiri tengah pandemi Corona. Selain menjamin kedaulatan rakyat, pelaksanaan Pilkada juga perlu menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat.
    https://t.co/zRXBa97uzP

    @Kemendagri_RI