Portal DIY

150 Pengemudi Transportasi Umum Ikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat

124
×

150 Pengemudi Transportasi Umum Ikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
150 Pengemudi Transportasi Umum Ikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat
Bupati Sleman sematkan tanda peserta Diklat Pemberdayaan Masyarakat (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan wawasan pengemudi angkutan umum, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogykarta (DIY) bekerjasama dengan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal menyelenggarakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat tentang Pengemudi yang Berkeselamatan, Rabu (21/2/2024).

Acara yang diselenggarakan di Asram Edupark itu, diikuti oleh 150 pengemudi dari berbagai wilayah di Sleman.
Bupati Kustini Sri Purnomo yang hadir sekaligus membuka acara, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan baik bagi para pengemudi angkutan unum untuk meningkatkan ketrampilan.

Diklat ini dinilai Bupati dapat meningkatkan wawasan pengemudi mengenai aturan dan perundang-undangan terkait keselamatan berlalu lintas.

“Dengan meningkatkan keterampilan dan wawasan pengemudi, kegiatan ini juga sebagai upaya Pemkab Sleman untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas,” jelas Bupati.

Kustini berharap, seluruh peserta dapat memaksimalkan kesempatan ini dengan berdiskusi bersama narasumber. Pada kesempatan itu, Bupati juga menyematkan topi dan kartu tanda pengenal kepada 2 perwakilan peserta sebagai tanda dibukanya diklat.

Direktur PKTJ, I Made Suartika yang pada kesempatan itu diwakilkan oleh Dosen PKTJ, Sutarjo, menerangkan bahwa diklat yang di laksanakan di Kabupaten Sleman, termasuk dalam program prioritas nasional yang konsern pada aspek keselamatan khususnya transportasi darat.

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan peran serta Kementerian Perhubungan dan PKTJ untuk memberdayakan masyarakat serta meningkatkan kualitas SDM di bidang transportasi.

“Kegiatan diklat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM dalam bidang transportasi. Dan dengan dilaksanakan selama 2 hari, seluruh peserta dapat melakukan diskusi bersama narasumber diklat secara gratis,” kata Sutarjo

Sutarjo berharap Diklat Pemberdayaan Masyarakat tentang Pengemudi yang berkeselamatan dapat memberikan banyak manfaat, baik dari sisi sertifikasi keselamatan, keterampilan, kecakapan, termasuk peningkatan wawasan tentang peraturan terkait keselamatan berlalu lintas. (Brd)