Peristiwa Daerah

10 Tahun Beli Apartemen Ratusan Pembeli Belum Peroleh Legalitas Kepemilikan

16
×

10 Tahun Beli Apartemen Ratusan Pembeli Belum Peroleh Legalitas Kepemilikan

Sebarkan artikel ini
10 Tahun Beli Apartemen Ratusan Pembeli Belum Peroleh Legalitas Kepemilikan
Sejumlah anggota PPACMCR ketika beraudiensi dengan DPRD Sleman (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Merasa tertipu, sejumlah orang yang tergabung dalam Persatuan Pemilik Apartemen Malioboro City Regency (PPACMCR), Senin (20/6/2023) datang ke kantor DPRD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengadukan nasibnya.

Sebab, pembelian apartemen dari PT Inti Hosmed yang sudah selama 10 tahun lamanya, para pembeli belum menerima surat legalitas kepemilikan apartemen yang dibelinya.

Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepada sejumlah anggota DPRD Sleman yang menemuinya, Koordinator PPACMR, Edi Hardiyanto mengatakan, apartemen Malioboro City Regenci (MCR) yang dibeli para korban terletak Jl. Laksda Adisucipto KM 8 Yogyakarta. Jumlah korban mencapai ratusan orang, sedang jumlah apartemen yang telah dibeli sebanyak 521 unit dengan harga antara Rp350 juta hingga Rp600 juta rupiah.

Pembelian dilakukan tahun 2013 lalu. Para pembeli sudah menerima kunci rumah yang dibelinya, namun sampai saat ini mereka belum mendapatkan legalitas resmi berupa Akta Jual Beli (AJB) serta Seretifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHM SRS). Padahal AJB dan SHM SRS merupakan bukti kepemilikan syah yang harus dimiliki oleh para pembeli, namun sampai saat ini mereka belum memiliki legalitas yang diharapkan tersebut.

10 Tahun Beli Apartemen Ratusan Pembeli Belum Peroleh Legalitas Kepemilikan
Ketua Komisi A DPRD Sleman, Hasto Karyanto didampingi Wakil ketua DPRD Sleman Tri (Brd)

“Apartemen itu sudah kami beli 10 tahun lalu, namun saat ini kami belum mendapatkan bukti legalitas resmi. Kini para pembeli apartemen baru mendapatkan kunci pintu apartemen, dan itupun pemberianya sudah mundur dua tahun dari yang dijanjikan PT Inti Hosmed,” kata Edi Hardiyanto didampingi salah seorang korban Budiono.

Yang membuat resah, karena mereka telah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut, namun selalu menegalami jalan buntu. Bahkan mereka memperoleh informasi, bahwa perjalanan bisnis pemegang PT Inti Hosmed selaku pengembang Apartemen Maliobori City Regensi ternyata memiliki masalah dengan Bank MNC dan terjadi wanprestasi.

“Dengan permasalahan tersebut, kami merasa resah, kawatir kehilangan kepemilikan apartemen yang sudah kami beli. Oleh karena itu, kami mewakili para korban mohon para anggota DPRD Sleman ikut membantu menyelesaikan permasalahan ini, sehingga kami tidak mengalami banyak kerugian,” kata Edi.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua Komisi A DPRD Sleman Hasto Karyanto berjanji akan segera berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait di lingkungan Pemkab Sleman. Selain itu, Hasto juga mengingatkan kepada seluruh warga terutama warga Sleman untuk berhati-hati ketika hendak berinvestasi perumahan.

“Di Sleman telah banyak warga yang menjadi korban pembelian rumah. Agar kasus tersebut tidak terulang kembali, maka saya minta seluruh warga harus berhati-hati ketika hendak berinvestasi rumah” kata anggota Fraksi PKS tersebut. (Brd)